BAWASLU UNGKAPKAN DATA AGUS-SYLVI BANYAK MELANGGAR – Poskota.co
Saturday, September 23

BAWASLU UNGKAPKAN DATA AGUS-SYLVI BANYAK MELANGGAR

POSKOTA.CO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta terus bekerja keras secara independen. Hasil monetoring Seluruh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur diduga melakukan pelanggaran dalam berbagai bentuk.

Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti di Jakarta, Kamis (10/11) mengungkapkan, pelanggaran paling banyak yang dilakukan tim Agus-Sylvi berkenaan dengan tidak adanya izin kampanye.

Hingga kemarin, pihak Bawaslu mengaku baru menerima satu permohonan izin kampanye yang diajukan pasangan itu.
Tim kampanye Agus-Sylvi tercatat tidak melaporkan kegiatan kampanye di 10 lokasi berbeda. Mereka diduga melanggar ketentuan kampanye yang melibatkan relawan tidak terdaftar, memanfaatan fasilitas negara, melibatkan anak-anak, dan memasang peraga kampanye yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Selanjutnya, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno diduga melakukan lima panggaran, yakni politik uang, perizinan kampanye, melibatkan anak-anak, melibatkan relawan tidak terdaftar, dan menggunakan tempat ibadah.

Sementara itu, pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hadayat diduga lakukan tiga palanggaran, yakni menggunakan fasilitas negara, tidak mengantongi izin kampanye, dan melibatkan relawan tidak terdaftar.

Bawaslu DKI akan menyelidiki lebih lanjut untuk membuktikan kebenaran dugaan pelanggaran itu. Mimah mengingatkan seluruh tim kampanye agar mematuhi ketentuan kampanye. “Relawan yang ingin berkampanye harus mendaftar ke KPU DKI dan melakukan kampanye sesuai dengan batasan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)