BATAN BIKIN PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN – Poskota.co

BATAN BIKIN PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN

8d1POSKOTA.CO – Teknologi nuklir dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi penggunaan plastik konvensional. Radiasi gamma dan berkas elektron dapat digunakan untuk membuat bahan baku pembuatan plastik (bijih plastik) dari bahan kopolimer yang mudah diurai (biodegradable) oleh alam dalam waktu yang sangat singkat.

Proses penyinaran radiasi terhadap bahan plastik tidak akan mengakibatkan bahan yang disinari menjadi radioaktif sehingga aman bagi penggunanya.

“Beberapa keunggulan proses radiasi adalah prosesnya relatif sederhana, aman, bersih dan tidak menggunakan katalis kimia, dan ikatan antara molekul bahan diradiasi terbentuk ikatan kimia, sehingga produknya relatif kuat dan dapat mempercepat produk plastik terurai olej mikroba tanah hanya dalam waktu 2-6 bulan, ” kata Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, di Kantor Pusat BATAN, di Gedung A Lantai II, Jakarta.

Sementara itu, sifat lainnya hampir sama dengan bahan plastik konvensional, yaitu mudah dibentuk, mudah diwarnai dan dapat digunakan bukan hanya dalam bentuk kantong plastik, tetapi juga dapat digunakan untuk membuatan vas bunga, pot, produk hiasan, piring, gelas, dll.

Produk teknologi plastik ramah lingkungan dikembangkan oleh Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN) dengan menggunakan komposit limbah tapioka,” ujarnya.

Oleh karena itu, prosesnya dimulai dengan membuat biji plastik dengan berbasis limbah tapioka dan beberapa bahan polimer lainnya agar mudah terurai secara alami. (dade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)