ALUMNI DIRIKAN RUMAH KAMNAS DIRESMIKAN DI UBJ – Poskota.co

ALUMNI DIRIKAN RUMAH KAMNAS DIRESMIKAN DI UBJ

Alumni
Alumni

POSKOTA.CO – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ), mewisuda 24 siswa dan siswi lulusan sekolah Kamnas angkatan pertama. Para Alumni memberikan sumbangsihnya dengan mendirikan Rumah Kamnas yang terletak di daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Dari 24 wisudawan, 4 orang di antaranta wanita. Secara keseluruhan berasal dari berbagai kalangan. Ada kalangan profesional atau dosen pengajar, Polri, pemerintah, usahawan dan wartawan.

Hadir pada hari wisuda yang diberi tajuk “Commencement National Security Studies Program dan Diskusi Buku Intercourse With Tragedy”, adalah, Rektor Universitas Bhayangkara Jaya (UBJ), Irjen Pol (Purn) Drs. H. Bambang Karsono, SH, MH, mantan Rektor UBJ pertama, Irjen Pol (Purn) Koesparmono Irsan, dan Kepala Pusat Kajian Kamnas UBJ, Prof (Ris). Hermwan Sulistyo, Ph.D.

Sedang tamu undangan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian diwakili dari Kalemdik Polri Berigjen Pol Budi S, Usman Hamid, Fuad Bawazier, Ketua KPU Hasym Azhari, Kepala Pusat Peneliti Politik LIPI DR Adriana Elisabeth dan lainnya, dan juga turut hadir perwakilan dari negara Rusia dan Jepang. ,

Pada kesempatan sambutan, Kepala. Pusat Kajian Kamnas UBJ, Hermawan Sulistiyo menyatakan, sekolah Kamnas yang diadakan UBJ tujuannya menyiapkan putra dan putri bangsa memahami akan arti pentingnya ketahanan nasional.

Visinya sendiri, kata Kikiek, biasa Prof Hermawan Sulistyo disapa, menjadi lembaga riset yang dapat memberikan kontribusi pemikiran kepada bangsa dan negara di bidang keamanan , resolusi konflik dan pendalaman sebagai unsur penunjang implementasi visi dan misi UBJ.

Profesor nyentrik itu menyayangkan dan merasa belum puas hanya dapat memberikan pendidikan kepada wisudawan dengan waktu terbatas (16 minggu) , dan belum bisa mencai jenjang kesarjanaan.

“Oleh karena itu, para wisudawan belum puas dan langsung mendirikan Rumah Kamnas untuk melanjutkan keahliannya untuk membantu negara,” kata Kikiek.

Kikiek pun berharap Rumah Kamnas di bawah bimbingan Kepala Pusat Kajian Kamnas UBJ, dapat berbuat yang terbaik.

“Rumah Kamnas didesign untuk jangka lebih panjang pada kajian akademik masa depan. Dimana isu dan ketahanan nasional yang terus berkembang, tumbuh multi player efek,” katanya.

Sebagai Ketua Rumah Kamnas sudah terpilih, yakni salah seorang wisudawan, Maksum Zubbir. Dibantu para dosen pembimbing, di antaranya Usman Hamid dan lainnya.

“Kita boleh tidak sepakat atau beda pendapat dengan seseorang, tapi piring republik ini jangan dipecahkan. Karena itulah Rumah Kamnas sangat diperlukan saat ini dan untuk masa akan datang,” terang Kikiek sambil meresmikan berdirinya Rumah Kamnas.

Sementara, Rektor UBJ, Bambang Karsono, menyatakan Kampus UBJ akan men-suport mendirinya Rumah Kamnas tersebut. Sekaligus akan kembali membuka kesempatan para siswi/siswa untuk angkatan ke-2 dan berikutnya. Tujuannya tidak lain mengjaji dan memepertahankam keamanan nasional bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.