‎ 212 MENJADI KERAMAT, APABILA MEMBAWA MANFAAT – Poskota.co
Saturday, September 23

‎ 212 MENJADI KERAMAT, APABILA MEMBAWA MANFAAT

POSKOTA.CO – Ceritera Silat Wiro Sableng 212 karya Bastian Tito, sarat dengan imajinasi yang luar biasa menggambarkan kesaktianya. Kapak Naga Geni dengan nomer register 212 menjadi ikon sang pendekar.

Wiro Sableng rela  menato 212 sebagai tanda bahwa ia sang pendekar yang sakti mandra guna. 212 menjadi suatu ikon kehebatan Wiro yang kocak, lugu bahkan terkenal sableng.

Sableng ini menunjukkan ketidak laziman yang dilakukan sebagai pendekar. Sang pendekar yg biasanya berwibawa, serius, semua dijungkirbalikkan oleh si Wiro. Ia sangat lugu bahkan terkesan serampangan dalam mengeluarkan jurus-2 andalanya.

ilustrasi
ilustrasi

Bahkan tatkala bertempur sekalipun ia dengan gaya guyonan/ bercanda sambil menggaruk garuk badanya ålå munyuk ( bedhes bandhulan). Sang lawan terkecoh dan bingung menghadapinya. Jurus2nya bagai dewa mabok tak terdeteksi lawanya.

212 menjadi keramat tatkala membawa manfaat. Bisa menjadi duka, dan petaka maka 212 bisa saja pendekarnya berbeda. Berbeda spirit dan pengabdianya kepada banyak orang bahkan mungkin kepentingan2nya.

212 lambang ketulusan, kerendahatian, kemanfaatan, welas asih, membela kebenaran dan keadilan, kejujuran bahkan kemanusiaan, itulah ikon kesaktian sang pedekar.

Mungkinkah ikon 212 dimanipulasi, dicatut nama baiknya, diselewengkan ketulusanya, ditunggangi kepentingan 2 pribadi / golongan, dijadikan penabur kebencian, dijadikan ajang menang2-an, pemaksaan, kekerasan bahkan anti kemanusiaan? Bs saja terjadi.

Semoga 212 tetap menjadi ikon sang pendekar sakti mandraguna yg membawa manfaat, Berkat bagi meningkatnya harkat dan martabat manusia. ‎Penulis Chryshnanda DL. Kabidbin Gakkum Korlantas Polri
24cris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.