oleh

Hari Anti Narkotika Internasional, Semangat untuk Perangi Narkoba

-Nasional-22 views

POSKOTA.CO – Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) pada 26 Juni 2020, merupakan keprihatinan masyarakat dunia karena maraknya kejahatan narkotika, baik kejahatan penyalahgunaan dan kejahatan peredaran gelap narkotika.

Masyarakat dunia prihatin terhadap kejahatan peredaran gelap narkotika sebagai salah satu kejahatan transnasional yang sampai sekarang belum dapat dikendalikan, kita yang di Indonesia pun juga prihatin terhadap berkembangnya kejahatan penyalahgunaan narkotika sebagai kejahatan domestik, di mana jumlah penyalah guna narkotika meningkat dari tahun ke tahun.

Ditegaskan Jefry Tommy Tambayong SH sebagai ketua umum Gerakan Mencegah daripada Mengobati (GMDM), di Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) dalam situasi pandemi Covid-19 tetap semangat dan fokus hidup sehat. Tanpa narkoba, hidup sehat berkarya.

“Jadi, kalau sudah pakai narkoba pasti kita tidak sehat lagi. Oleh sebab itu, semangat Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba (P4GN) ini benar-benar harus digaungkan terus-menerus, dan perlu diingat, korban Covid-19 dibandingkan dengan korban meninggal karena narkoba jauh lebih banyak dengan covid 19,” ujarnya, Senin (29/6/2020).

Sebagai Ketua Umum Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti-Narkoba (FOKAN) menegaskan, dalam momentum HANI tahun 2020 biarlah ada semangat persatuan untuk kita sama-sama menyadari bahaya virus narkoba ini yang sedang menghancurkan generasi muda Indonesia yang bisa membuat Indonesia hancur karena narkoba, mereka-mereka ini yang akan memimpin Indonesia 5-10 tahun ke depan, bisa dibayangkan, pemimpin bangsa ke depan terikat oleh narkoba.

“Apalagi banyak sekali tidak kurang 2 atau 4 juta pecandu narkoba adalah kalangan pelajar. Oleh sebab itu, ini benar-benar disikapi secara benar, biarlah momentum HANI 26 Juni 2020 boleh menjadi semangat persatuan kita untuk tidak lagi saling menyalahkan satu dengan yang lain, tapi semangat untuk perang terhadap narkoba,” pintanya.

Artis Terjerumus Narkoba
Menyikapi banyaknya kalangan artis yang terjerembab oleh penyalahgunaan narkoba membuat banyak kalangan sangat miris melihatnya. Demikian juga pandangan yang disampaikan Jefry Tambayong, bertambahnya artis-artis yang terkena narkoba, memang ini sangat memprihatinkan tentunya. Tapi percaya, pasti mereka tidak satu pun artis awalnya memakai narkoba. Tapi ini menjadi gaya hidup yang pada akhirnya membuat mereka terjerumus. Untuk itu, Jefry meminta, penting sekali memberikan pemahaman kepada artis-artis tentang bahaya penyalahgunaan narkoba ini secara menyeluruh.

“Jadi ini bukan sekadar sambil lalu, stop tidak untuk narkoba, tapi mereka harus tahu hukuman itu begitu luar biasa, karena negara Indonesia merupakan salah satu negara dengan menerapkan hukum yang tinggi, hukuman seumur hidup atau hukuman mati. Untuk para bandar narkoba. Kedua, akibat para penggunan narkoba para artis harus tahu mereka bisa sakit, masuk penjara, dan mereka meninggal. Jadi, harus memberikan pemahaman yang jelas atas penyalahgunaan narkoba ini,” tegasnya.

Selaku pelaku pegiat antinarkoba, Jefry Tambayong menandaskan, sebisa mungkin artis-artis tidak usah takut untuk tes urine, jadi buat juga perjanjian bila melakukan syuting atau melakukan apa pun Anda terlibat narkoba pemutusan kontrak kerja dan denda. Jadi cara pencegahan maksimal adalah setiap syuting, tes urine, itu sebagai langkah-langkah preventif untuk mereka, dan juga bukan hanya artisnya, tapi semua kalangan pekerjanya pun perlu dites urine juga.

“Jadi harus dibuat konsekuensi yang jelas ketika mereka memakai narkoba, maka akan dapat hukuman, tetapi juga mereka juga bisa digunakan sebagai peranan masyarakat, mereka bisa melaporkan dan terlindungi. Kalau mereka melihat ada oknum-oknum siapa pun yang menawarkan mereka narkoba ini harus segera dilaporkan, dan harus diproses secepatnya. Biar membuat efek jera,” pungkasnya. (lian tambun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *