oleh

Gubernur Jatim Menyilakan Warganya Salat Idul Fitri di Masjid

-Nasional-195 views

POSKOTA.CO – Minggu, 17 Mei 2020, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan surat edaran (SE) memperbolehkan salat Idulfitri di masjid. Kebijakan ini menindaklanjuti SE dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang meminta pemerintah memperbolehkan pelaksanaan Idulfitri di masjid.

Sebelum mengeluarkan SE tersebut, lanjut Heru Tjahjono Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Pemprov Jatim sebelumnya kedatangan tokoh-tokoh agama, yang memberi masukan terkait dibolehkannya salat Idulfitri.

Meski demikian, kata Heru, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi jika masjid-masjid ingin menggelar salat Idul Fitri. “Salah satunya, bacaan khutbah dan surat-surat dalam salat tidak boleh terlalu panjang. Syarat tersebut sudah sesuai saran dari MUI,” ujarnya.

ilustrasi

Syarat lainnya, pengurus masjid harus menerapkan protokol kesehatan covid-19. Yaitu menerapkan jaga jarak lebih dari satu meter. Lalu barisan salat harus berjarak, demi menghindari kontak fisik. “Jamaah juga nantinya akan dilakukan pengukuran suhu tubuh, dan wajib pakai masker,” jelasnya.

Selanjutnya, jamaah salat Idulfitri tidak boleh menyimpan sandal di luar masjid. Artinya, sandal harus di bawa ke dalam. Khusus di masjid Al-Akbar, kata Heru, nantinya akan disediakan plastik untuk tempat sandal agar bisa dibawa ke dalam.

“Karena proses pengambilan sandal setelah salat biasanya terjadi penumpukan kalau sandal ditaruh di luar. Makanya nanti akan disediakan plastik untuk wadah,” ujar Heru.

Heru juga menekankan, setiap masjid yang menggelar salat Idul Fitri untuk menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir. Terkait masjid-masjid kecil dan mushola, Heru menyerahkannya ke pemerintah daerah. “Yang jelas harus tetap mengikuti protokol covid-19,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *