GEROBAK PKL DAN PARKIR LIAR DI AREAL RPTRA KALIJODO DITERTIBKAN – Poskota.co

GEROBAK PKL DAN PARKIR LIAR DI AREAL RPTRA KALIJODO DITERTIBKAN

Penertiban PKL parkir liar-2

POSKOTA.CO – Keberadaan parkir liar dan puluhan gerobak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di areal Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, perbatasan antara Jakarta Barat dan Jakarta Utara ditertibkan dengan mengerahkan sekitar 100 personel gabungan yakni dari Dishub, Lantas, Garnisun dan Satpol PP, Selasa (25/4).

Penertiban tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Jakarta Utara Yani Wahyu Purwoko. Personel Polsek Tambora Ipda Hermowo dan Binmas Kelurahan Angke Aiptu Cecep Supriadi turut bergabung dalam kegiatan penertiban Satpol PP di wilayah areal Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Penertiban PKL parkir liar-1

Penertiban PKL parkir liar-3

Operasi penertiban tersebut berjalan kondusif, tidak ada perlawanan berarti dari para PKL, mereka hanya bisa pasrah gerobak dagangannya yang berada di kantor pengelola di areal Bintang Timur diangkut oleh petugas.

Hasil dari penertiban tersebut tercatat sebanyak 18 unit gerobak dibawa ke gudang Satpol PP kecamatan Penjaringan Jakarta Utara. (*/hariri/johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)