by

Firli Bahuri: Korupsi di Tengah Bencana, Ancaman Hukumannya Pidana Mati

Read Time:2 Minute, 17 Second

POSKOTA.CO – Proses evaluasi secara berkala selalu dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), baik periode bulanan maupun triwulan. Evaluasi tersebut dilakukan tidak saja secara lengkap untuk kinerja menyeluruh KPK, tetapi juga dilakukan per kedeputiaan setiap bulan.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, khusus untuk evaluasi triwulan pertama semula yang dijadwalkan pada 20 Maret 2020 memang belum dilakukan, karena kami mempertimbangkan situasi terkini adanya serangan pandemi virus Corona (Covid-19), dan tentu mengalami penundaan.

“Kami sangat memahami kritik dari para aktivis antikorupsi yang menanti operasi tangkap tangan (OTT), dan hasil perburuan para DPO (Daftar Pencarian Orang). Sejumlah survei yang menilai kepercayaan pada KPK mengalami penurunan, tentunya akan kita jadikan bahan pertimbangan dan masukan bagi kami untuk melakukan perbaikan,” ujar Firli Bahuri, Jumat (20/3/2020).

Namun perlu saya tegaskan, sambung Firli, OTT itu bukan tujuan atau gimmick supaya KPK terlihat bekerja. OTT adalah salah satu alat penindakan. Belum ada OTT bukan berarti kami tidak bekerja melakukan pemberantasan korupsi dan mencegah kerugian negara.

“KPK saat ini sedang memperkuat pencegahan sesuai amanat UU KPK. Pasalnya, pencegahan dipandang lebih konstruktif, efisien dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Firli, pemberantasan korupsi harus dilakukan secara terencana, terpadu, simultan antara pencegahan yang diawaki oleh Kedeputiaan Pencegahan dan Penindakan yang dilakukan oleh Kedeputian Penindakan.

“Jadi jangan diasumsikan jika pencegahan diperkuat, maka penindakan akan melemah. Rekan-rekan yang bertugas di penindakan (penyelidikan, penyidikan, penuntutan, eksekusi) saat ini tetap bekerja walau harus menghadapi risiko Covid-19,” terangnya.

Begitu juga halnya dengan rekan-rekan kami baik penyelidik maupun penyidik, lanjut Firli, mereka tetap melakukan kegiatan di beberapa daerah provinsi untuk melakukan kegiatan untuk mencari dan menemukan peristiwa korupsi, meminta keterangan para saksi dan melakukan penggeledahan untuk mencari serta mengumpulkan barang bukti.

“Saya juga mengajak kawan-kawan media untuk melihat persoalan pemberantasan korupsi secara utuh. Bukan aksi-aksi insidentil untuk kebutuhan publikasi. Bayangkan jika pencegahan tidak dilakukan, triliunan rupiah anggaran pengentasan kemiskinan, penanganan bencana dan lainnya akan dicuri koruptor. Berapa juta orang miskin dan anak putus sekolah yang bisa diselamatkan dengan sistem pencegahan yang kuat. Berapa nyawa yang akan terselamatkan. Itulah mengapa KPK berkoordinasi intensif dengan seluruh kementerian dan lembaga negara lainnya,” kata mantan Kapolda Sumatera Selatan ini menuturkan.

“Saya kira, semua pihak saat ini fokus kepada penanganan virus Corona virus, dan KPK pun memberikan perhatian dengan melakukan monitoring atas kegiatan tersebut. Hal tersebut juga tidak kalah pentingnya, karena wujud kecintaan sesama anak negeri,” lanjutnya.

Firli berharap, semoga semuanya bisa cepat tertangani. Walaupun suasana penuh keprihatinan, tapi kami tetap semangat dalam upaya pemberantasan korupsi, membangun dan menggelorakan semangat budaya antikorupsi.

“Apalagi di saat sekarang, kita sedang menghadapi pandemoi Corona. Masa sih, ada oknum yang masih melakukan korupsi karena tidak memiliki empati kepada NKRI. Ingat korupsi pada saat bencana ancaman hukumannya pidana mati,” pungkas Ketua KPK Firli Bahuri. (*/yfi)

 

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini