by

FGD dengan Nama Keren sebagai Wadah Tak Bertujuan, Salah Siapa?

-Nasional-202 views
Read Time:2 Minute, 35 Second

POSKOTA.CO – Bumi Minatani adalah tempat kelahiranku, dengan slogan “Berdaya Upaya Menuju Identitas Pati. Makmur, Ideal, Normatif, Adil, Tentram, Aman, Nyaman dan Indah*.

Sangatlah prihatin yang mendalam rasanya disebut kota pensiun serta kota segudang kuliner kini distempel oleh oleh pihak-pihak penebar isu sesat sebagai zona merah Corona. Meski sebenarnya tidak ada apa-apa, artinya hanya isu fitnah clometan warganet di media sosial bagi mereka yang tak ingin Pati aman, nyaman dan tentram.

Meski demikian kami yang domisili di luar Pati dikatakan tak terima jika daerahnya dicap dan perolok zona merah Corona. Memang sayang Bumi Minatani banyak pekerja media namun faktanya berita berita mereka dikalahkan oleh gerombolan penebar hoaks yang bebas teror isu sesat di mana-mana, akan tetapi di mana FGD-nya yang dulu sudah dibentuknya…?

Jurnalis adalah profesi yang dikenal sebagai multitalenta bisa di katakan profesi serba bisa, itu pun yang cerdas dan profesional kerjanya. Bahkan ada juga hanya yang gagah gagahan saja person-personnya karena dibekingi profesinya dengan pamer sini dan sana, maklum biasanya mereka pemula.

Di sisi lain banyak juga person-person dengan gagahnya menyandang predikat dan kartu tanda anggota menempel di dada, mereka hobinya berkeliaran di sejumlah dinas-dinas instansi pemda dan desa-desa sebagai target buruannya.

Meski kadang mereka tak punya ide bahkan tak punya misi sebagai pecerdas kehidupan bangsa berpikir memajukan daerahnya, bahkan bikin berita sebagai senjatanya seorang jurnalis kebanyakan saja mereka mereka tak bisa.

Bahkan bisa dihitung orangnya, hebohnya juga hanya menjadikan berita copy paste belaka agar dipuja dan dipuji oleh pihak pemda hal ini pun pernah juga dilontarkan oleh wartawan di Pati yang dianggap sebagai eyangnya. “Ini loh saya bikin berita meski berita-berita itu copy paste dari humas saja”.

Anehnya jika mereka mereka yang diundang untuk diskusi di forum membahas kemajuan daerahnya, bisa disebut tak bisa apa-apa ataukah hanya sebagai pendengar saja. Heranya lagi ada oknum yang sudah tidak bekerja alias dicoret namanya dari salah satu media Ibu Kota disayangkan juga humas pun masih mendata.

Fakta-akta juga mereka hanya berpangku tangan berharap mendapat anggaran yang dianggarkan oleh pemda, bahkan jarang sekali berpikirnya untuk memajukan daerah dan perkotaannya. FGD salah siapa….? meski demikian dianggarkan anggarannya menjadi tren rebutan dua kubu yang oleh pemda dibagilah dua lagi-lagi dan lagi salah siapa…..?

Trending topik yang jadi membahana datangnya para pemula yang tanpa pengalaman di lapangan bahkan tanpa pendidikan dan latihan jurnalis pun tak pernah dan jarang mengikutinya. Sehingga ending membangun peradaban daerah demi terwujudnya suatu kota yang sejahtera berwibawa hanyalah jadi isapan jempol belaka.

Jelas-jelas mereka pun dalam FGD tak banyak ide, uneg-uneg untuk berguna memajukan daerahnya, pasalnya mereka kebanyakan yang berembug hanyalah rebutan jatah meski harus berdesakan tanda tangan berlembar-lembar kertasnya.

Pikiran dan ide cerdas rupanya memang pernah disampaikan ketua umum LSM di Pati ternama. “Percuma dibentuk forum hanyalah hambur-hamburkan duit dari pajak rakyat semata harus dan wajib yang berembug adalah para pemikir dan luas wawasannya bukanya para wartawan pemula,” terang aktivis ternama.

Semoga saja duit dari pajak rakyat bertepat guna benar-benar untuk sejahtera rakyatnya. (KRA N Ajipati Gunawan, penulis adalah pemerhati profesi dan jurnalis sejak reformasi 1999 sampai sekarang)

 

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini