by

Dirut PD Pasar Jaya Mempekerjakan Karyawan di Bulan Puasa demi ABS

-Nasional-3,364 views
Read Time:1 Minute, 53 Second

POSKOTA.CO – Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief memaksa ribuan karyawannya dari berbagai tingkatan jadi “kuli”, mempacking 1,2 juta paket sembako pesanan Anies untuk dibagikan ke warga Jakarta.

“Dia (Arief-red) tidak peduli hirarki. Semua dikumpulin untuk proyek sembako, yang penting ABS (asal bapak senang)” ujar karyawan tersebut.

Dari pemantauan media ini, pekerjaan packing dilaksanakan nonstop 24 jam terdiri dari 2 ship, masing-masing 12 jam, tak perduli dihari pertama Ramadhan. “Ini yang secara terang-teragan melanggar undang-undang ketenagakerjaan,” ujar seorang karyawan mangkel.

Saking mangkelnya, karyawan itu mempertayakan profesional Arief, yang disebut-sebut jebolan dari Giant. Bahkan ditudingnya sebagai pembual, terutama dalam menempatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Lagi-lagi kejadian mempacking sembako pesanan Anies di Jakgrosir, menjadi bukti kepanikan Bos Pasar Jaya tersebut.

Di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur tersebut, karyawan Pasar Jaya terkesan seperti buruh pabrik. Dari yang menjabat manager area, manager bidang dan manager lainnya sampai kepada karyawan cleaning servise dan keamanan membaur jadi satu. Semuanya dipaksa kerja rodi demi target 1,2 juta paket sembako pesanan Anies.

“Gawatnya, kami bekerja tanpa mengikuti kaidah dan peraturan dimasa epidemi Covid 19, misalnya jaga jarak, masker dan cuci tangan,” tutur karyawan lain.

Emosi karyawan ini meledak. Dia menilai gara-gara ABS, Arief melupakan pandemi corona.Sebab, suasana kerumunan macam pabrik, sarat tertular covid. Aktifitas tinggi dan padat, tidak dilengkapi APD.

Bahkan jika tidak membawa masker, pekerja tidak boleh ambil masker yang buat dimasukkan ke kardus. “Kalo lagi laper karena belum jam makan siang, tidak boleh ngemilin biskuit. Padahal kita kerja udah kayak buruh pabrik
Ah pokoknya sedih kalau diceritain,” tuturnya

Kejadian tersebut membuat “tangan” Serikat Pekerja (SP) Pasar Jaya “gatal”. Mereka mengirim surat ke Menkes juga Disnaker DKI Jakarta, meminta agar Dirut ditindak.

“Anies tidak menutup mata apa yang saat ini terjadi. Sebab beberapa kali Sidak ke Pasar Induk melihat pekerjaan packing tersebut, tapi tak bereaksi apa-apa soal keselamatan para pekerja,” ungkap karyawan lain.

Padahal, lewat instruksinya, Anies sempat mengancam perusahaan yang melanggar PSBB akan ditindak, termasuk mencabut izin usahanya.

“Kejadian kami di Jakgrosir mempacking 1,2 juta sembako, jelas-jelas melanggar PSBB. Kami seperti buruh,” jelas karyawan itu memperlihatkan potret kerumunan karyawan saat mempacking. “Dengan foto-foto ini, berani tidak Anies membekukan Perumda PD Pasar Jaya, atau menindak Bos Arief,” ujarnya dengan sinis.

3 2
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
50 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
50 %
Surprise
Surprise
0 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini