DARI EMPAT TPI DI KOTA CIREBON, TINGGAL SATU MASIH BEROPERASI – Poskota.co

DARI EMPAT TPI DI KOTA CIREBON, TINGGAL SATU MASIH BEROPERASI

Drs Asep Ded
Drs Asep Ded

POSKOTA.CO – Para nelayan Kota Cirebon saat ini harus menerima kondisi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang hanya tinggal satu TPI yang beroperasi. Sebab, dari empat TPI yang ada, tiga di antaranya sudah tak berfungsi lagi. Sementara satu TPI masih beroperasi, yakni TPI Kejawanan. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap hasil tangkap ikan para nelayan.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon Drs Asep Ded mengakui, jika saat ini hanya ada satu Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berfungsi yakni, TPI Kejawanan. Sementara tiga TPI lainnya sudah tutup.

Kondisi tersebut tidak begitu berpengaruh terhadap kondisi nelayan. Sebab, kata Asep, ramai tidaknya TPI, semua tergantung nelayannya. “Sebaiknya, dengan Kota Cirebon yang seperti ini, tidak harus banyak TPI. Satu TPI saja sudah cukup, jika semua operasionalnya dijalankan dengan baik, tentu akan jauh lebih baik dan bisa mengembangkan perekonomian para nelayan,” terangnya, Selasa (18/4).

Satu TPI ini jika efektif, lanjut dia, bisa mencakup semuanya. “Ya tidak masalah karena pantai di Kota Cirebon kan kecil. Tidak menjadi soal bagi pemerintah kota. Kita bisa mengembangkan sektor lain, seperti pariwisata dan kebudayaan Cirebon,” tandasnya. (*/din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)