TURIS ASAL INGGRIS DAN AS KUNJUNGI KERATON KACIREBONAN – Poskota.co
Saturday, September 23

TURIS ASAL INGGRIS DAN AS KUNJUNGI KERATON KACIREBONAN

POSKOTA.CO – Turis mancanegara asal Inggris dan Amerika dalam lawatannya di Indonesia menyempatkan datang ke Cirebon. Mereka dengan menggunakan kapal pesiar berkunjung ke Keraton Kacirebonan, Kegiatan tersebut merupakan rangkaian liburan keliling Indonesia selama dua minggu. Dalam kesempatan tersebut para turis disambut dengan tarian tradisional dan juga makanan khas Cirebon yang membuat bangga mereka.

Sultan Abdul Gani, Sultan Keraton Kacirebonan mengungkapkan, hari ini pihaknya kedatangan tamu turis dari luar negeri yakni dari Amerika dan Inggris sebanyak 100 orang. Pihaknya mengaku sangat senang mereka bisa menikmati kebudayaan Cirebon di Keraton Kacirebonan ini.

Tadi, kata Sultan Abdul Gani, menampilkan kebudayaan dan keramahtamahan. Dan mereka sangat bahagia bisa bertemu langsung dengan sultan di Cirebon. Mereka sangat menyukai kenyamanan dan ke ramahan dari masyarakat setempat.

Sejumlah turis saat memanfaatkan sesi foto, bersama Sultan Sepuh IV PRA Arief Natadiningrat di Keraton Kasepuhan Cirebon.
Sejumlah turis saat memanfaatkan sesi foto, bersama Sultan Sepuh IV PRA Arief Natadiningrat di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Wisatawan asing menggunakan kapal pesiar ini sudah yang ketiga kali berkunjung ke Keraton Kacirebonan. Adapun yang ditampilkan pada kesempatan tersebut, yakni tari tradisional dan makanan khas Cirebon seperti klepon, talam dan pipis. Hal ini sangat luar biasa bagi pihaknya dan mereka. Pihaknya juga menyajikan konsep wisata saling melengkapi satu sama lainnya.

“Tidak hanya melihat pemandangan alam dan tempat-tempat wisata saja para turis. Kami juga menyajikan keterbukaan untuk berkunjung dan bertemu,” ujar Sultan Abdul Gani.

Salah seorang turis asal Inggris, Peter, juga menjelaskan, pihaknya mengaku sangat senang berada di Kota Cirebon. Orang-orangnya di sini sangat ramah dan santun.

Kota Cirebon, sambung Peter, sangat luar biasa. Walaupun memang cuaca di sini sangat panas berbeda dengan di negaranya yang sangat dingin. Namun, dirinya mengaku suka dengan Cirebon. Bahkan, dirinya juga mencoba makanan khas Cirebon, seperti klepon yang manis dan gurih, pipis yang enak sekali, dan talam juga enak. “Cirebon itu indah. Dan luar biasa. Saya suka Cirebon,” terang Peter. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)