SEMUA DANRAMIL KEDIRI MEMANTAU ARUS MUDIK – Poskota.co
Saturday, September 23

SEMUA DANRAMIL KEDIRI MEMANTAU ARUS MUDIK

para Danramil se Kodim Kediri
para Danramil se Kodim Kediri

POSKOTA.CO – Pasca diumumkan penetapan 1 Syawal 1437 Hijriyah oleh Pemerintah kemarin malam, persiapan jelang detik-detik Idul Fitri sudah mulai terlihat, khususnya para pemudik yang melakukan perjalanan, dan Kodim 0809/Kediri juga melakukan pengamanan dan pemantauan di beberapa pos arus mudik bersama Polri, serta turut membantu kelancaran transportasi darat pasca lebaran tahun ini, selasa (05/07/2016).

Dari pos pemantauan arus mudik lebaran di Kecamatan Purwoasri, Danramil Purwoasri, Kapten Inf M. Yunus melaporkan, arus mudik jurusan Kediri menuju Jombang/Surabaya atau sebaliknya, kepadatan arus lalu lintas mengalami peningkatan tajam, bahkan kian meningkat dibanding 2 atau 3 hari lalu.

Dari pos pemantauan arus mudik lebaran di Kecamatan Ngadiluwih, Danramil Ngadilwuih, Kapten Inf Supriyadi melaporkan, untuk arus mudik arah Kediri menuju Blitar atau sebaliknya, relatif normal dari hari-hari biasa.

Demikian juga yang terjadi di pos pemantuan arus mudik lebaran di Kecamatan Kras, Danramil Kras, Kapten Inf Masduki melaporkan, arus mudik arah Kediri menuju Tulungagung atau sebaliknya ,relatif normal, sedangkan untuk angkutan bus yang melewati jalur ini mengalami peningkatan jumlah penumpang.

Dari pos pemantauan arus mudik lebaran di Kecamatan Kandangan, Danramil Kandangan Kapten Czi Kustoyo melaporkan, arus mudik jurusan Kediri menuju Malang atau sebaliknya, kepadatan lalu lintas cenderung mulai meningkat dari hari-hari biasa.

Belum terlihat kemacetan akibat antrian kendaraan bermotor yang panjang, tetapi tetap harus diwaspadai bagi para pengguna jalan, khususnya di kilometer 2 hingga 6 arah Kasembon, karena jalur ini banyak belokan dan tanjakan.

Dari pos pemantauan arus mudik lebaran di Kecamatan Pare, Danramil Kapten Arh Ajir melaporkan, arus mudik arah Jombang/Surabaya menuju Kediri mengalami peningkatan tajam sedangkan arah Kediri menuju Jombang/Surabaya mengalami penurunan.

Sedangkan dari pos pemantauan arus mudik lebaran di Kecamatan Grogol, Danramil Grogol, Kapten Inf Suliyono melaporkan, arus kepadatan lalu lintas jalur Kediri menuju Nganjuk atau sebaliknya, relatif normal, hanya saja kepadatan penumpang angkutan bus agak sedikit mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)