RATUSAN RUMAH DI TIGA DESA KABUPATEN CIREBON TERENDAM BANJIR – Poskota.co
Saturday, September 23

RATUSAN RUMAH DI TIGA DESA KABUPATEN CIREBON TERENDAM BANJIR

HARIANTERBIT.CO – Warga di tiga Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat,  terendam banjir. Akibatnya ratusan rumah di tiga desa berupaya menyelamatkan barang-barang.

Banjir tersebut dari luapan saluran irigasi sekunder Maneungteung atau Kali Sukamampir. Warga yang tak mengira desanya akan diterjang banjir, diduga akibat tersumbatnya saluran akibat menumpuknya sampah serta jebolnya tanggul Kali Tersana.

Rata-rata air masuk ke rumah penduduk dengan ketinggian antara 10 sampai 50 meter. Tampak  beberapa rumah, halaman sekolah dan sawah milik warga di tiga desa yakni, Desa Pabedilan Kulon, Desa Tersana dan Desa Silih Asih.

Dari tiga desa tersebut, Desa Silih Asih merupakan yang terparah, beberapa sekolah di antaranya SDN 01 Silihasih. Akibat dari banjir ini SMPN 01 Pabedilan dan SMAN Pabedilan terpaksa diliburkan, dan warga berharap segera adanya penanganan dari pemerintah untuk melakukan perbaikan tanggul Kali Tersana di Blok Wage Desa Silih Asih, dan juga melakukan pengerukan Kali Tersana yang menuju ke Kali Suka Mampir yang berada di Blok Kliwon Desa Silih Asih.

Banjir di Desa Pabedilan Kulon, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon.
Banjir di Desa Pabedilan Kulon, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon.

Dua sungai yang meluap ini setelah hujan besar yang turun sejak Minggu sore lalu. Luapan tersebut membuat debet air tak tertampung hingga meluap menggenangi perkampungan, dari data yang terhimpun sedikitnya 666 rumah warga terkena imbas banjir luapan tersebut.

Kuwu Desa Silih Asih Lisnawati menyatakan, banjir yang terjadi di desanya merupakan banjir terparah selama 10 tahun terakhir, penyebabnya akibat  tanggul Sungai Tersana yang jebol dengan panjang sekitar sembilan meter, serta dangkalnya Sungai Tersana yang menuju ke Sungai Suka Mampir.

“Luapan banjir tersebut berimbas bukan saja menggenangi rumah penduduk di desanya tetapi juga desa tetangga ikut tergenang,” papar Lisnawati.

Sementara itu, menurut Kuwu Desa Padedilan Kulon Cusmin, tercatat sekitar 106 rumah warganya yang tergenang banjir luapan, air berasal dari luapan Sungai Suka Mampir di Desa Silih Asih.

Camat Pabedilan Yusuf Hermawan menjelaskan, banjir akibat meluapnya Sungai Suka Mampir dan Sungai Tersana yang terparah di Desa Silih Asih ada sekitar 500 rumah, sementara di Desa Pabedilan Kulon 106 rumah, dan Desa Tersana sekitar 60 rumah, bebarapa instansi dari Basarnas Kabupaten Cirebon dan Dinas PSDA sudah memantau kondisi akibat banjir, sementara dari Dinas Sosial sudah ada komunikasi dan akan segera turun untuk memberikan bantuan.

“Kalau yang masuk rumah sekitar 150 rumah, tetapi pagi sudah mulai surut,” terang Yusuf Hermawan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)