PROVOKATOR KASUS LAMPUNG DITANGKAP DI SOLO – Poskota.co

PROVOKATOR KASUS LAMPUNG DITANGKAP DI SOLO

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Tim Khusus Antibandit 308 Kepolisian Daerah Lampung menangkap terduga dalang (provokator) atau orang yang menjadi penyebab terjadi kerusuhan di kawasan Register 45 Mesuji.

“Tersangka berhasil kami tangkap di Solo, yaitu I Wayan Sugiarte alias Krisna yang ditangkap atas kerja keras jajaran melakukan penyelidikan serta pengembangan terkait kasus tersebut,” kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung Kombes Zarialdi saat dihubungi dari Bandarlampung, Rabu.

Menurut dia, penangkapan tersangka ini dilakukan pada Selasa (29/3) pagi di Solo. “Kami sudah koordinasikan dengan pihak kepolisian di daerah setempat untuk memperlancar melakukan penangkapan tersangka tersebut,” katanya lagi.

Ia menegaskan, Krisna merupakan salah satu penyebab terjadi kerusuhan hingga mengakibatkan adanya korban jiwa di Register 45 Mesuji.

Selain itu, Zarialdi mengatakan, masih melakukan pengejaran terhadap lima orang tersangka lainnya yang juga diduga menjadi penyebab kerusuhan tersebut.

KRONOLOGIS

Kronologis kejadian kerusuhan yang menimbulkan korban jiwa di lahan Register 45 Mesuji itu, Direskrimum Polda Lampung itu menerangkan bahwa peristiwa tersebut terjadi lantaran sengketa lahan di kawasan itu.

Saat itu, kelompok warga dari Pematang Panggang Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan terlibat tagih-menagih atas penyewaan lahan Register 45 dengan kelompok Balian dan setiap hektare dinilai sebesar Rp1 juta.

Lantaran tidak menemui kesepakatan, akhirnya bentrok antara kedua kelompok tersebut tidak bisa dielakan sehingga mengakibatkan adanya kerusuhan massal yang melibatkan warga setempat.

Akibatnya, tiga orang mengalami luka sabetan senjata tajam, yakni, Cili,20, dan Soleh alias Ucu,30, keduanya kelompok Pematang Panggang, OKI Sumsel,dan Wayan Tias dari kelompok Balian dari Register 45 Mesuji, Lampung.

Ia menerangkan, seorang dari kelompok Pematang Panggang yakni Cili akhirnya meninggal dunia dan jenazahnya sudah dipulangkan ke rumah duka di Palembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.