POLISI SELIDIKI KEBAKARAN PASAR PELITA SUKABUMI – Poskota.co

POLISI SELIDIKI KEBAKARAN PASAR PELITA SUKABUMI

9kebakaranPOSKOTA.CO – Jajaran Polres Sukabumi Kota menyelidiki kasus kebakaran Pasar Pelita Kota Sukabumi, Jawa Barat yang menyebabkan puluhan lapak pedagang kaki lima dan kios hangus terbakar.

“Penyebab musibah ini masih dalam penyelidikan. Tetelah api benar-benar padam rencananya tim Labfor Polres Sukabumi Kota akan turun langsung ke titik awal api muncul untuk mencari barang bukti yang bisa dijadikan sebagai bahan penyelidikan,” kata Kepala Bagian Operasi Polres Sukabumi Kota, Kompol Sulaeman Salim kepada Antara di Sukabumi, Kamis.

Informasi yang dihimpun, api mulai membesar dan menghanguskan lapak PKL serta kios yang berada di sekitar Pasar Pelita sekitar pukul 00.00 WIB. Walaupun sebelum kejadian sempat turun hujan, tetapi karena mayoritas pedagang di pasar tersebut menjual barang yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar.

Untuk memadamkan api, petugas menurunkan 11 mobil damkar, empat unitnya diantranya berasal dari Kabupaten Sukabumi.

Api baru bisa dijinakan sekitar pukul 03.00 WIB, namun masih banyak bara api yang masih menyala.

Sulaeman mengatakan untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan pihaknya juga menurunkan sedikitnya 50 personelnya untuk mengamankan jalan proses pemadaman api.

Selain itu, untuk menetralkan lokasi musibah polisi juga memblokir beberapa akses jalan menuju tempat kejadian kebakaran.

“Hingga kini kondisi di lokasi musibah berangsur kondusif dan kami tidak menerima laporan adanya oknum yang memanfaatkan momen kebakaran ini untuk menjarah barang dagangan milik pedagang,” katanya.

Sementara, salah seorang PKL, Zaenudin mengatakan api dengan cepat membakar lapak PKL dan kios. Mudahnya api membesar karena mayoritas pedagang yang berjualan di Pasar Pelita ini menjual barang yang berbahan kain seperti seragam sekolah, pakaian, gordain dan lain-lain.

“Barang dagangan saya berhasil diselamatkan karena saat api menjalar saya dan rekan langsung mengevakuasi barang-barang yang ada di lapak,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.