PEMKAB LEBAK DIMINTA PERKETAT IZIN TOSERBA – Poskota.co

PEMKAB LEBAK DIMINTA PERKETAT IZIN TOSERBA

Alfamart kerap menjadi sasaran perampok
Alfamart kerap menjadi sasaran perampok

POSKOTA.CO – Pemerintah Kabupaten Lebak diminta memperketat perizinan bisnis toko serba ada agar tidak mematikan bagi pedagang kecil di daerah itu.

“Kita prihatin kini toko serba ada atau toserba menjamur dengan jarak berdekatan,” kata Gopur (50), seorang pedagang warungan warga Kabupaten Lebak, Sabtu.

Pergerakan usaha toserba di Kabupaten Lebak cukup berkembang, bahkan sudah masuk ke pelosok-pelosok kecamatan.

Kehadiran toserba, diantaranya Alfamart, Indomart dan Midialfa dikhawatirkan mematikan pedagang kecil.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Pemkab Lebak ke depan agar memperketat izin usaha toserba.

Sebab, pedagang kecil tentu kalah bersaing dengan bisnis mereka yang memiliki modal cukup besar.

“Kami mendukung jika pemerintah daerah memperketat izin usaha toserba itu karena berdampak terhadap pendapatan pedagang kecil,” katanya.

Dadang (45) seorang pedagang bahan pokok warga Rangkasbitung mengaku pihaknya sangat mendukung jika pemerintah daerah memperketat izin usaha toserba maupun bisnis ritel lainnya karena dapat menghancurkan pedagang kecil.

Saat ini, lanjut dia, populasi toko serba ada begitu marak dan terus bertambah, bahkan setiap sudut perempatan jalan di Rangkasbitung berdiri toko tersebut.

“Selama menjamurnya bisnis waralaba tentu penghasilan kami menurun drastis karena kalah bersaing,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)