KERAP BIKIN ONAR, TURIS PERANCIS MATI DITEMBAK – Poskota.co
Saturday, September 23

KERAP BIKIN ONAR, TURIS PERANCIS MATI DITEMBAK

Pria Perancis yang ditembak
Pria Perancis yang ditembak

POSKOTA.CO – Bikin onar bahkan berani membunuh anggota polisi yang akan meringkusnya, seorang pria asal Prancis, Amocrane Sabet,44, terpaksa ditembak mati karena mengancam jiwa polisi yang akan meringkusnya. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Kuta Utara, Bali, Selasa (2/5).

Kabar diterima dari Denpasar, Bali, menyebutkan, awal peristiwa Sabet yang merupakan atlit MMA oleh masyarakat adat setempat dilaporkan karena meresahkan masyarakat, mengancam, dan makan di warung tidak membayar, mengganggu istri orang dan terakhir kasus pengancaman yang di adukan oleh 20 orang warga di BR. Tegal Gundul, Tibubeneng kuta utara.

Berdasarkan laporan tersebut pihak Polsek Kuta Utara melakukan pemanggilan sebanyak 3 kali. Tetapi panggilan tersebut selalu di sobek.

Karena sudah 3 kali panggilan tidak di indahkan, kepolisian bersama pihak Imigrasi Denpasar akan merencanakan mendeportasi Sabet.

IJIN HABIS

Maka pada Senin (2/5), pukul 10.30 WITA, anggota yang berjumlah 25 orang (Propam Polda Bali, Brimobda Bali, Polres Badung dan anggota Polsek Kuta serta Kabid Penindakan Imigrasi Bandara Ngurah Rai)n dipimpin Kapolsek Kuta Utara Kompol I Wayan Arta Ariawan melakukan persiapan untuk upaya paksa terhadap Sabet untuk di deportasi karena.

Alasan deportasi karena ijin tinggal di Bali habis pada tanggal 27 September 2015. Dengan cara persuasif dan langsung di bawa ke Polda dan dilanjutkan ke Bandara.

Menghindari hal yang tak diinginkan dan sesuai prosedur, pelaku pun di borgol.

Pukul 11.30 WITA, petugas dipimpin Kapolsek dengan transleter FILIP melakukan negosiasi, tapi pelaku malah melawan dengan mengunakan senjata tajam, menantang untuk berkelahi dan mengatakan polisi bangsat dan lainnya.

Anggota pun mundur untuk konsolidasi dan sepakat untuk tetap dilakukan upaya paksa.

Entah dasarnya apa, pelaku mengejar petugas. Kemudian memberikan tembakan peringatan. Tapi pelaku tetap mengejar anggota. Petugas pun menembaknya dengan peluru karet.

TEMBAK KAKI

Namun, pelaku terus mengejar anggota dan ditembak kakinya. Tetap mengejar anggota sehingga salah satu anggota, yakni Putu Sudiarta terjatuh dan ditusuk 8 tusukan hingga tewas.

Nah, pada saat pelaku mengejar anggota lainnya, anggota Brimob langsung menembak hingga pelaku tewas di tempat. Sedang anggota polri korban penusukan Brigadir AA. Putu Dudiarta, anggota reskrim reskrim Polsek Kuta Utara, Polres Badung, yang tewas ditusuk 8 kali oleh pelaku berada di RS Bali. Pelaku di RS Sanglah.

Saat ini petugas sudah memasang garis polisi dan menyarahkan barang-barang milik pelaku ke. Konsulat Prancis. Petugas pun sudah melakukan koordinasi dengan konsulat Prancis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)