KEMATIAN ABAH KARENA GANTUNG DIRI BUKAN DIANIAYA – Poskota.co

KEMATIAN ABAH KARENA GANTUNG DIRI BUKAN DIANIAYA

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Undang Kosim,54, yang akrab disapa Abah ditemukan tewas di ruang isolasi Lapas Banceuy, Bandung, meninggal karena gantung diri, bukan dianiaya. “Memang ada bekas penganiayaan, tapi tak menutup kemungkinan Abah gantung diri,” ungkap I Wayan Sukerta di Kantor Kemenkum HAM, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (24/4/2016).

Lebam tersebut menurut I Wayan, kemungkinan terjadi saat petugas menginterogasi Abah atas dugaan adanya transaksi narkoba. Petugas melakukan intimidasi agar Abah mengaku. “Penyebab kematian bukan karena penganiayaan,” tandas I wayan.

Bukan tanpa alasan petugas mendesak Abah untuk mengaku, tambahnya. Abah terpantau melalui CCTV, menerima bungkusan dari seseorang saat bertugas membersihkan halaman Lapas. Untuk memastikan bungkusan tersebut, petugas memeriksa Abah namun tidak menemukan bungkusan seperti yang tertangkap dalam layar CCTV.

“Kan dibuktikan lagi, setelah dilakukan tes urine ada yang positif. Hanya yang satu belum memberitahu siapa yang ngasih narkoba. Yang satu lagi enggak ngaku,” ucap I Wayan.

Petugas lantas memisahkan Abah dari teman-temannya untuk melakukan interogasi lebih lanjut. Ia ditempatkan di ruang isolasi dan didatangi oleh petugas setiap dua jam sekali.

Terkait keberadaan Abah di halaman, menurut I Wayan, karena napi narkoba tersebut memang sudah diberi kepercayaan oleh petugas Lapas. Sebab masa tahanan Abah hampir habis, yakni tersisa dua bulan lagi.

“Dia ini kan karena sudah menjelang bebas, sudah baik , dipercayai, sesuai prosedur, diberi kesempatan untuk kerja di luar, tapi ada yang memantau,” tuturnya. Kematian Abah, memicu kerusuhan LP Bancey dan terjadinya pembakaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)