DPU KOTA CIREBON PENUHI KEINGINAN WARGA UNTUK MENGASPAL JALAN – Poskota.co
Saturday, September 23

DPU KOTA CIREBON PENUHI KEINGINAN WARGA UNTUK MENGASPAL JALAN

POSKOTA.CO – Melalui anggaran perubahan 2016, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Manusia (DPUPESDM) Kota Cirebon penuhi keinginan warga untuk mengaspal jalan. Di antaranya pengerjaan pengaspalan di Jalan Tugu RW 03 dan 04, terusan Penggung Bandara, Harjamukti, Kota Cirebon.

Para pekerja dari Dinas PU Kota Cirebon melakukan pengaspalan di Jalan Tugu RW 03 dan 04, terusan Penggung Bandara, Harjamukti.
Para pekerja dari Dinas PU Kota Cirebon melakukan pengaspalan di Jalan Tugu RW 03 dan 04, terusan Penggung Bandara, Harjamukti.

Kegiatan pengaspalan ini, membuat sejumlah warga di RW 03 dan 04 Harjamukti menyambut baik program DPUPESDM tersebut, mengingat kondisi jalan tesebut sebelumnya rusak parah.

Kini warga yang sebelumnya terganggu dengan rusaknya jalan tersebut, saat ini bisa menarik nafas lega. Sebab menurut warga setempat, jalan tersebut kini menjadi mulus dan aktivitas ekonomi warga menjadi lancar.

Yanto (47), misalnya warga RW 03 ini mengaku, sebelum jalan diaspal, kondisi jalan sangat rusak parah. Jika hujan, jalan menjadi becek dan jika panas kerap mengotori polusi udara lingkungan di daerah ini. Tapi kini jalan sudah diaspal pihak DPUPESDM, lingkungan menjadi bersih dan sehat. Warga pun kini senang dan bisa beraktivitas dengan lancar.

Pengaspalan di lingkungan Jalan Tugu RW 03 dan 04, terusan Penggung Bandara, Harjamukti, Kota Cirebon, memasuki tahap penyelesaian.
Pengaspalan di lingkungan Jalan Tugu RW 03 dan 04, terusan Penggung Bandara, Harjamukti, Kota Cirebon, memasuki tahap penyelesaian.

“Ya sebelumnya becek dan kotor, tetapi sekarang sudah enak, jalan sudah bagus, warga di sini pun senang, terima kasih DPU, semoga perhatian serupa juga dilakukannya perbaikan drainase, agar kami di sini semakin nyaman dan tenang,” pintanya, Rabu (26/10).

Hal senada juga diungkapkan Warsan, warga RW 04, pengaspalan pada tahun ini begitu bagus. Artinya kata Warsan, dilakukan dengan benar, mulai dari mesin pemadatan sampai pengahalusan. Sementara pengaspalan pada tahun lalu tidak seperti yang dilakukan tahun ini. Jadi hasilnya sangat baik dan warga pasti senang dengan kualitas pekerjaan tersebut.

“Pengaspalan kemarin sungguh baik, saya melihat pekerjaannya benar, karena saya lihat sendiri mereka kontraktor jalan mempergunakan alat berat untuk pemadatan dan penghalusan. Berarti kualitas pekerjaan sangat baik, dan ini harus menjadi contoh bagi daerah lain, untuk itu kami warga di RW 04 dan 05 Harjamukti mengucapkan terima kasih kepada pihak DPU yang telah memperhatikan keinginan masyarakat,” terang Warsan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)