DANRAMIL TINJAU PRODUK LOKAL KEBUTUHAN RAMADHAN – Poskota.co

DANRAMIL TINJAU PRODUK LOKAL KEBUTUHAN RAMADHAN

Danramil, Kapolsek dan Camat
Danramil, Kapolsek dan Camat

POSKOTA.CO – Persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, dijadikan momentum terbaik untuk memperkenalkan produk-produk lokal, khusunya yang ada di Kediri di Balai Kecamatan Papar Kabupaten Kediri, Jumat (03/06/2016).

Danramil Papar, Kapten Inf Tafsir, Kapolsek Papar, AKP Kamsudi dan Camat Papar, Mujiatmiko, S.Sos, turut ambil bagian pada sejumlah perkenalan produk lokal Kediri ini, khususnya produk yang berbasis UKM.

Disamping memperkenalkan produk-produk yang berstatus domisili Kecamatan Papar, dalam pameran ini juga, ditunjukan dampak positif dari nilai tambah dari penjualan di bulan Ramadhan nanti.

“Diperkirakan pergerakan rupiah di Kediri akan meningkat tajam pada bulan Ramadhan nanti, kendati secara matematis seharusnya turun ,karena banyak yang menjalankan ibadah puasa. Tetapi kenyataannya, permintaan kebutuhan pangan di bulan Ramadhan justru meningkat tajam,” jelas Rahmat Sentosa, salah satu Staf Dinkoperindag Kabupaten Kediri.

Selain memperkenalkan produk-produk buatan UKM yang ada di Kecamatan Papar, Koramil 16/Papar akan memfasilitasi ruang bagi penjualan produk-produk buatan PKK Kecamatan Papar, dengan cara memberikan lokasi halaman Makoramil Papar untuk berjualan produk makanan jelang berbuka puasa.

Khusus untuk pernik-pernik Ramadhan, halaman kantor Kecamatan Papar, akan dibuka seluas-luasnya kepada Karang Taruna yang ada di kecamatan papar, untuk menjual produk-produknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.