BLANGKO KURANG, RIBUAN WARGA SURAKARTA BELUM MENDAPAT E-KTP – Poskota.co
Wednesday, September 20

BLANGKO KURANG, RIBUAN WARGA SURAKARTA BELUM MENDAPAT E-KTP

POSKOTA.CO – Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Surakarta, total warga Surakarta yang wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (E-KTP) sebanyak 418 ribu orang. Namun, masih ada ribuan warga Surakarta belum memiliki E-KTP.

Sebanyak 405 ribu warga telah melakukan perekaman data. Sementara itu sisanya yakni 13 ribu warga Surakarta belum sama sekali melakukan perekaman data. Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta pun kebingungan lantaran kekurangan stok blangko E-KTP.

“Hanya memiliki sisa stok blangko sebanyak 6.000 lembar,” kata Kadisdukcapil Surakarta Suwarto di Balai Kota Surakarta, Kamis (6/10).

Dengan demikian, lanjut Suwarto, masih kekurangan 7.000 blangko E-KTP. Sebab itu, pemkot mengeluarkan surat keterangan sementara untuk warga sebagai pengganti E-KTP.

“Kami membuat E-KTP berdasarkan permintaan masyarakat, tetapi untuk saat ini memang stok blangko tinggal enam ribu, sebab itu rencananya akan menggunakan surat keterangan sementara dulu,” ujar Suwarto menerangkan.

Suwarto memperkirakan, stok blangko yang ada akan habis pertengahan Oktober ini. Sementara bagi warga yang belum mendapatkannya, akan menggunakan surat keterangan penduduk sementara. Pemkot Surakarta telah meminta tambahan blangko kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Namun, persediaan blangko di pemerintah pusat pun telah habis.

“Menurut infrormasi, persediaan blangko akan ada lagi tiga sampai empat bulan. Tapi ada surat keterangan sementara yang bisa digunakan warga untuk berbagai keperluan,” pungkas Suwarto. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)