APARAT DAN MASYARAKAT KOMPAK, KEDIRI KOTA DAMAI – Poskota.co

APARAT DAN MASYARAKAT KOMPAK, KEDIRI KOTA DAMAI

Kerukunan antar umat dan aparat yang patut dicontoh
Kerukunan antarumat dan aparat yang patut dicontoh.

POSKOTA.CO – FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) atau PAUB (Paguyuban Antar Umat Beragama) Kota Kediri bersama jajaran Kodim 0809 dan Polresta menyatakan satu visi dan misi menjaga persatuan dan kesatuan Kota Kediri di Mapolresta Kediri, Jumat (5/8).

Danbrigif 16/WY Kolonel Inf Samuel Jeferson, Dandim Kediri Letkol Inf Purnomosidi, Kapolresta Kediri AKBP Wibowo, Walikota Kediri Abdullah Abubakar, Danyon 521/DY Letkol Inf Slamet Winarno dan Ketua DPRD Kota Kediri, serta Ketua Ketua FKUB Kota Kediri H Salim, menjadi saksi ikrar dan komitmen sejumlah tokoh lintas agama di Kota Kediri.

“Kediri bisa menjadi barometer kerukunan antarumat beragama di level nasional, karena sudah terbukti, sampai detik ini, Kediri belum pernah tercatat dalam daftar hitam peristiwa yang terjadi akibat kerusuhan berbau SARA. Tetapi kita jangan terlena oleh semua itu, TNI dan Polri bersatu dengan rakyat, dan rakyat menghendaki kedamaian bukan pertikaian,” kata AKBP Wibowo.

Acara tersebut juga dihadiri tokoh lintas agama di Kota Kediri antara lain, KH Anwar Iskandar (Islam), Komang Yudayana (Hindu), Suhendro Prasodjo (Budha), Timotius Kabul (Kristen Protestan), RM Antonius Gozali Rahmad (Kristen Katolik), Prayitno Sutikno (Konghuchu) dan Sutarto Prabowo (Penghayat).

“Benang merah sejarah negeri ini sejak diproklamasikan, tidak ada satu pun niat ataupun keinginan menjadikan negara ini menjadi negara agama, melainkan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika. Agama sangat penting dan vital bagi kehidupan moralitas maupun spiritual manusia, tetapi persatuan dan kesatuan juga vital dalam menjaga keharmonisan antar umat beragama,” kata Letkol Inf Purnomosidi.

Menurut Sutarto Prabowo, dari kacamata penerawangannya, Kediri memiliki aura positif yang sulit dirusak atau diadu domba, apalagi dengan membawa-bawa atribut agama sebagai background, ditambah lagi sejarah Kerajaan Kediri berdiri juga berlatar belakang perbedaan multietnis dan multireligi, demikian juga sinkronisasi lokasi antara Gunung Klotok di arah barat, dengan Gunung Kelud di arah timur Kediri yang dipisahkan Sungai Brantas di tengahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.