oleh

BP2MI Bertekad Berangus Mafia Pengiriman TKI Ilegal

POSKOTA.CO – Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ( BP2MI) bertekad memperbaiki nasib pekerja migran yang dieksploitasi sindikat hingga harus terlilit hutang piutang.

Kepala BP2MI Benny Rhamdany menjanjikan memberangus praktik ilegal para sindikat tenaga kerja yang nakal apalagi ilegal. ” Negara tidak boleh kalah dengan mafia bermodal kuat, yang berkomplot dalam atribut-atribut kekuasaan, untuk mengekploitasi pekerja migran sebagai pahlawan devisa,” kata Benny meresmikan Satgas Pemberantasan Sindikat Pengiriman Pekerja Migran (d/h. TKI) ilegal/nakal di Kantor BP2MI, Jakarta, Senin (17/8/2020)

Benny menggandeng TNI-Polri, Imigrasi, Ormas Keagamaan, asosiasi penyalur tenaga kerja (P3MI), hingga Ormas/LSM yang peduli dengan kesejahteraan pekerja migran. “Kami sudah mapping (peta) cara kerja, struktur, hingga kekuatan yang dimiliki mereka, dan negara harus hadir membela pekerja migran sebagai pahlawan devisa bangsa,” kata Benny.

BP2MI mencatat 37 juta pekerja migran yang terdaftar di Siskop2mi menyumbang remitansi (devisa negara) senilai Rp 159,6 trilyun, atau setara sumbangan sektor Migas Rp 159,7 trilyun atau 42,2% dari target APBN 2019.

Sementara berdasar catatan Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, periode 22 November 2019 hingga 19 Juli 2020 atau kurang lebih 7 bulan, terdapat 13 orang korban Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal ikan berbendera China. Korban tersebut dengan rincian 11 orang wafat dan 2 orang hilang. Terbaru, ABK Indonesia asal Bitung, Sulawesi Utara, bernama Fredrick Bidori pada 19 Juli 2020 meninggal di rumah sakit Peru setelah mengalami kecelakaan kerja di kapal ikan berbendera China Lu Yan Tuan Yu 016.

BP2MI bertekad melindungi semaksimal mungkin pekerja migran Indonesia (PMI) dimana pun berada, hingga dapat meminimalisir PMI yang jadi korban atas tindakan kurang terpuji majikan di luar negeri. (dk/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *