oleh

Suami Ronda, Bini Selundupin Lelaki ke Tempat Tidur

-Nah Ni Die-114 views

Sebagai wanita yang berada dalam kategori STW alias setengah tua, libido-nya AR ternyata sedang bergejolak.  Terlambat dapat ‘asupan’ bisa membuatnya resah dan gelisah.  Tak puas hanya mendapat ‘ nutrisi ‘ hanya itu-itu saja,  dia pun mencari solusi.

Pilihan pun jatuh pada lelaki berusia setengah abad,  yang boleh dibilang berstatus sebagai pejabat desa.  Siapa dia? Dia adalah DP yang sehari-hari berprofesi sebagai  dukuh atau kepala kampung di Desa Tamanmartani,  Kecamatan Kalasan,  Kabupaten Sleman,  Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY).

Meski usia DP tak lagi muda. cuma karena dia merupakan pejabat desa dan menjadi orang nomor satu di kampungnya, DP pastinya punya kehidupan ekonomi di atas rata-rata. Dengan begitu,  asupan gizinya banyak dan tenaganya pasti jos.  Maka begitulah akhirnya DP oleh AR dijadikan teman selingkuh.

Akan halnya DP sendiri,  AR di usianya yang masuk 40  itu sudah matang dalam dunia ranjang,  jadi tak perlu diberikan lagi pelajaran ekstra kurikuler. Ibarat mobil,  bisa diajak melewati jalan model apapun. Di jalan yang becek, berlubang dan penuh lumpur,  oke. Dibawa di jalanan yang mulus apalagi.  Bahkan dibawa belok dengan kecepatan di atas 60 KM/jam masih diladenin.

Karena antara keduanya sudah saling klop, waktu untuk eksekusi asmara pun mereka atur ,  yakni tengah malam saat suami AR dapat giliran ronda. Sebagai kepala kampung,  DP tentunya tahu kapan jadwal ronda suami AR itu.

Begitulah,  pada saat suami AR mendapatkan jadwal ronda pada Rabu (8/07/2020) itu, tengah malamnya DP mengendap- endap masuk rumah AR dan langsung menuju kamar.

Namun DP dan AR rupanya tak sadar kalau malam itu mereka sedang diintai,  lantaran warga sudah sejak lama mencurigai ada hubungan gelap antara keduanya.

Setelah warga memastikan bahwa DP sudah berada dalam rumah AR, suami AR yang sedang ronda pun diberitahu.

Kaget rencana ‘adegan ranjang’- nya keburu ketahuan warga dan juga suami AR, DP pun buru-buru ngumpet di kolong ranjang. Tapi warga sudah menduga, ke mana lagi DP sembunyi kalau bukan di kolong tempat tidur.

Tanpa bersusah payah, DP berhasil dibekuk warga dan selanjutnya diserahkan ke kepala desa setempat untuk diperiksa lebih lanjut.  Oleh warga,  DP pun diminta mundur dari jabatannya sebagai kepala kampung yang kampungan itu.

Sesuai dengan namanya,  DP ternyata Doyan Perempuan ( agus suzana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *