oleh

Malangnya Nasib Suami Satu Ini, setelah Dicemplak Pak Kades, Istrinya Malah Menghilang Entah ke Mana

Stok janda di Brebes, Jawa Tengah, sepertinya cukup tersedia. Kalau minat tinggal dinikahi. Tetapi kalau oknum Kepala Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba,   Kabupaten Brebes,  Anto, justeru kepincut dengan wanita yang statusnya istri orang, ya itulah yang namanya godaan iman.

Sebagai seorang kepala desa, Anto pasti punya banyak nilai lebih dibanding orang se-desanya. Apalagi usianya terbilang belum tua, baru 39.

Sementara sebagai pamong, Anto seharusnya punya tugas mengemong ( momong) warganya. Tak peduli laki atau perempuan, tua atau muda harus diemongnya dengan baik. Sayangnya tugas ngemong itu hanya dilakukan Anto terhadap Rohana yang usianya sembilan tahun lebih muda. Cilakanya, Rohana itu wanita bersuami,  jadi gak seperti sepeda motor yang bisa dibawa-bawa dan dicemplak sembarangan.

Anto ternyata gak perduli dengan semua itu. Rohana benar-benar dianggapnya sebagai motor matik yang bisa dibawa kemana saja dan kapan saja, sampai dia tak lagi memperdulikan anjuran pemerintah kepada rakyatnya untuk #di rumah saja.

Masa pandemi corona dimana orang diwajibkan pakai masker, malah membuat Anto dan Rohana leluasa kemana -mana. Karena dengan mengenakan masker,  setidaknya sejoli yang sedang dimabuk asmara ini bisa sedikit menutupi wajahnya hingga tak terlalu dikenali orang. Maka leluasalah Anto mengajak Rohana ke mana saja, belanja atau juga chek in ke hotel.

Barangkali karena terlalu ngumbar percintaanya, Anto dan Rohana jadi lupa akan ‘kewaspadaan nasional’-nya hingga mereka kepergok Danang, suami sah Rohana.

Kasus penyerobotan ‘tanah sepetak’ itu pun dilaporkan Danang ke BPD ( Badan Perwakilan Desa) setempat.
Musyawarah memang dilakukan supaya tidak berlanjut ke masalah hukum.

Namun sejak kejadian itu, Rohana diketahui menghilang entah kemana. Yang apes tentu saja Danang, setelah istrinya dicemplak orang, sekarang menghilang dan belum diketahui kemana rimbanya.
(BE/agus suzana)
Catatan: nama-nama dalam peristiwa ini sengaja disamarkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *