oleh

Kisah Istri Selingkuh dengan Kakek Usia 60 Tahun

BAGI Suwarno usia boleh tua dan sudah pantas dipanggil engkong,  tapi buat urusan membahagiakan wilayah ‘ bawah perut’-nya tidak ada istilah tua. Apalagi pas keremu wanita setengah tua yang sudah ‘ matang’ akan urusan ranjang, tak ada kata untuk menolak.Sebaliknya malah semangatnya yang terus berkobar- kobar.

Jadi, setiap saat setiap waktu,  manakala sedang konak dia tinggal konak Warsih sang selingkuhan yang selalu siap sedia untuk bertekuk lutut berbuka paha.

Akan halnya Warsih,  sebebernya dia sudah punya suami resmi. Namun lantaran si suami cuma modal ‘bonggol’ doang alias pengangguran berat, jadi dia mengijinkan istrinya berselingjuh-ria. Buat Warsih, gak peduli lelaki selingkuhannya itu udah ‘tuwir’  alias tua tekiwir-kiwir. Yang penting duitnya terus mengalir.

Begitulah yang selalu terjadi. Sehabis melayani si engkong “bercocok tanam singkong”   Warsih selalu menerima bayaran dan suami Warsih ikut kebagian komisi.

Mungkin karena sudah keseringan berkencan dengan Warsih,  Kong Suwarno jadi menganggap Warsih pacar dan belakangan setiap habis kencan Suwarno tidak lagi memberi uang pada Warsih. Yang begini namanya enak buat Suwarno tapi ‘enek’ buat Warsih.

Sampai empat kali kencan tanpa bayaran,  Warsih ( dan suaminya)  akhirnya mengatur siasat bagaimana pura-pura menggerebek Suwarno.

Ketika suatu kesempatan Warsih mengajak Suwarno chek-in di sebuah hotel di kawasan Jalan Segaran, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, diam-diam dia menelpon suaminya supaya memulai penggerebekan. Dan supaya penggerebekan terlihat sempurna, Warsih sengaja mengajak Suwarno saling bugil.

Begitulah, saat Suwarno dan Warsih sudah bugil, suami Warsih  bersama adiknya datang menggerebek dan jeprat jepret dengan kamera telepon genggamnya. Suwarno yang gemeteran ketakutan diperas suami Warsih Rp 50 juta kalau tidak mau dilaporkan ke polisi.

Pasrah tapi tak punya duit, Suwarno akhirnya menyerahkan handphone dan cincin emas yang dipakainya ke suami Warsih. Sadar kalau dirinya telah menjadi korban penjebakan, Suwarno akhirnya melaporkan kasus ini ke Polsek Ilir Timur I Palembang .

Akhir cerita, ketiganya,  Warsih, suami dan adiknya pun ditangkap kepolisian setempat. (agus suzana)

 

Catatan: nama-nama dalam peristiwa tersebut sengaja diganti demi privasi.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *