POLRES JAKBAR GELAR TABLIG AKBAR DI MASJID NURUL ISLAM FATAHILLAH ROA MALAKA TAMBORA – Poskota.co
Saturday, September 23

POLRES JAKBAR GELAR TABLIG AKBAR DI MASJID NURUL ISLAM FATAHILLAH ROA MALAKA TAMBORA

Tablig akbar Polsek Tambora-1

POSKOTA.CO – Dengan tema “Mengejar Keajaiban Allah” kegiatan tablig akbar yang digelar Unit Binmas Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat usai melaksanakan ibadah salat Isya, bertempat di Masjid Nurul Islam Fatahillah, Jl Tiang Bendera II No 124 RT 001/003 Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Senin (3/4) malam.

Hadir dalam acara tersebut, Kasat Bimas Jakarta Barat AKBP Lilik Hariati SH, MH, Kapolsek Tambora Komisaris Polisi M Syafi’i SH, SIK, MH, Kapolsek Tanjung Duren Komisaris Polisi Zaki Alkazar Nasution SH, SIK, Danramil Tambora Kapten Sukma, Wadanramil Pelda Nurdi, Ketua DKM Masjid Nurul Islam Fatahillah Ustaz H Zainal Abidin, Sekcam Tambora H Naman Setiawan, Lurah Roa Malaka Simon Arfandi, Lurah Duri Utara Deny Saputra, Lurah Jembatan Besi Agus Mulyadi, Ketua Forsima KH Oo Aburrahman Mahmud MA. Dengan penceramah ustaz kembar Aldi dan Alwi dan Ustaz Amirul Sanjayadin al Bantani.

Hadir pula pada kesempatan itu para Kanit Kapolsubsektor dan seluruh Bhabinkamtibmas jajaran Polsek Tambora dan jajaran Bimas Polsek Tanjung Duren berikut Kanit Binmas dan para Bhabinkamtibmas dan beberapa tokoh agama Kecamatan Tambora dan Tanjung Duren.

Acara siraman rohani diawali dengan salawatan oleh remaja masjid, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, ceramah agama, doa dan penutup.

Salawatan sebelum acara siraman rohani, yang dibawakan oleh Remaja Masjid Nurul Islam Fatahillah, Jl Tiang Bendera II No 124 RT 001/003 Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Senin (3/4) malam.
Salawatan sebelum acara siraman rohani, yang dibawakan oleh Remaja Masjid Nurul Islam Fatahillah, Jl Tiang Bendera II No 124 RT 001/003 Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Senin (3/4) malam.

Dalam sambutannya, Kapolsek Tambora mengharapkan, dengan adanya tablig akbar ini dapat meningkatkan ukhuwah islamiyah menjalin silaturahmi persaudaraan dan nilai-nilai keimanan dalam melandasi peran serta masyarakat dalam menjaga kamtibmas.

Ustaz Zaenal Abidin selaku ketua DKM Nurul Islam Fatahillah dalam sambutannya mengharapkan kerja sama antara ulama dan umara terus di pupuk untuk mencapai sebuah suasana negara yang baldatun thoyyibatun warrabbun ghafur.

Dalam acara inti, hikmah Isra Miraj dan nilai-nilai salat merupakan materi yang dibawakan oleh Ustaz Alwi dan Ustaz Aladi atau biasa disapa ustaz kembar, sedangkan Ustaz Amirul Sanjayadin al Bantani sebagai penceramah inti menjelaskan, peningkatan nilai-nilai tauhid dalam rangka membentuk keimanan menuju kesempurnaan.

Sementara itu sekitar pukul 23.30 kegiatan acara tablig akbar selesai, ditutup dengan doa bersama yang dibimbing Ketua Forsima KH Oo Abdurrahman Mahmud, suasana malam itu tampak tertib, lancar, dan khidmat. (*/hariri/johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.