MAYJEN AINURRAHMAN RESMI MENJABAT PANGDIVIF I KOSTRAD – Poskota.co

MAYJEN AINURRAHMAN RESMI MENJABAT PANGDIVIF I KOSTRAD

POSKOTA.CO – Serah terima jabatan Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) I Kostrad berlangsung di Lapangan Makostrad Divisi Infanteri 1 Cilodong, Depok, Jawa Barat, Kamis (15/6) sore. Upacara sertijab tersebut dipimpin Panglima Kostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi.

Kini Pangdivif 1 Kostrad resmi dijabat oleh Mayor Jenderal TNI Ainurrahman yang sebelumnya menjabat kepala Staf Divisi Infanteri II Kostrad. Sementara Mayjen TNI AM Putranto yang sebelumnya menjabat Pangdivif I Kostrad, kini menjabat sebagai Pangdam II/Sriwijaya.

Dalam pidato serah terima jabatan (sertijab) Pangdivif I Kostrad ini, Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi mengatakan, pergantian pimpinan harus dimaknai sebagai kebutuhan dalam memajukan organisasi, termasuk di kalangan militer.

Dalam kesempatan ini, Pangkostrad juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pejabat sebelumnya yang dianggap memiliki dedikasi dan semangat pengabdian tinggi dalam mengemban tugas dengan baik.

“Pergantian pimpinan harus dimaknai sebagai suatu kebutuhan dan tuntutan untuk dapat menghadirkan organisasi yang berbasis pengetahuan, di mana dalam organisasi dituntut untuk selalu dinamis, harus ada perbaikan dan kemajuan berkesinambungan,” ujar Edy Rahmayadi saat berpidato di hadapan ribuan prajurit Kostrad di Cilodong.

Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi (dua kiri), saat memimpin sertijab Pangdivif 1 Kostrad dari pejabat lama Mayjen AM Putranto kepada Mayor Jenderal Ainurrahman yang menggantikannya di Lapangan Makostrad Divif 1 Cilodong, Depok, Jawa Barat, Kamis (15/6).

Pangkostrad juga berpesan pada pejabat baru, untuk menjadikan jabatan ini sebagai wahana dalam mengembangkan kepemimpinan dan manajerial dalam organisasi.

Edy juga merasa yakin, dengan latar belakang tugas sebelumnya, para pengemban jabatan baru ini akan mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sangat baik. Sehingga prestasi yang sebelumnya dapat dipertahankan, di kemudian hari bisa ditingkatkan. “Saya yakin bisa meningkatkan kepemimpinan dan manajerial. Berani tulus iklas sehingga ada kontribusi nyata,” tuturnya.

Pangkostrad yang juga ketua umum PSSI itu berharap, dengan adanya penyegaran pimpinan tersebut diharapkan dapat menjadikan Divisi Infanteri I Kostrad Cilodong mampu menyelenggarakan tugas operasi yang bersifat taktis maupun strategis. “Saya berharap melalui kepemimpinan yang efektif dan langsung diarahkan oleh Panglima Divisi yang baru, maka satuan jajaran Divisi Infanteri 1 Kostrad akan dapat meningkatkan kesiapsiagaan operasional satuan jajarannya, serta menjadikan satuan Divisi Infanteri 1 Kostrad sebagai satuan yang dapat diandalkan dalam menghadapi berbagai tugas,” paparnya.

Dalam upacara yang dikomandoi oleh Komandan Brigif 17/Para Raider Kolonel Infanteri Hengki YS itu, para tamu undangan disuguhkan berbagai atraksi menarik dari para prajurit Kostrad seperti, bela diri, aksi double stick, hingga aksi yang paling mendebarkan yakni, menembak dan mengendari motor dengan mata tertutup. (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.