POLRI HARUS PUNYA DAYA PIKAT MENJADI YANG TERPERCAYA – Poskota.co

POLRI HARUS PUNYA DAYA PIKAT MENJADI YANG TERPERCAYA

POSKOTA.CO – Terpercaya dapat dimaknai mampu diandalkan, dan diyakini kemampuanya, ketulusan hatinya. Tiada keraguan akan hal-2 yang negatif atau kekhawatiran akan berbagai kemungkinan buruk.

Selain itu juga mampu memberi rasa aman, nyaman, tenteram. Kehandalan dalam tugas Polri dikenal sebagai profesional yg senantiasa memberikan pelayanan yg prima kepada masyarakat yang dilayaninya. Profesional dalam memberikan pelayanan prima dapat diukur dari standar-2 :

1. Kecepatanya,
2. Keakurasianya,
3. Ketepatanya,
4. Transparansinya,
5. Akuntabilitasnya,
5. Informasi2 yg diberikan,
6. Kemudahan mengakses.
6tilang2
Point2 standar pelayanan prima akan dapat dicapai melalui sistem2 yg berbasis IT/online. Modernitas pada sistem pelayanan Polri menjadi pilar untk membangun kepercayaan karena sebagai inisiatif anti korupsi, reformasi birokrasi + terobosan kreatif.

Analogi terpercaya dapat diibaratkan kita mempercayakan orang yg jatuh cinta. Rasa cinta ini akan ada daya pikat untk selalu mendekat, curhat bahkan memberikan sesuatu yg terbaiknya.

Kebertahanan merupakan daya pikat + perekat hingga memiliki anak, cucu dalam hidup berkeluarga. Bagi Polri berdaya pikat dapat ditunjukkan dalam pikiran, perkataan + perbuatan dalam pemolisianya. Daya pikat Polri dalam pemolisianya dapat dijabarkan dlm :

1. Kecepatan merespon aduan/laporan masyarakat atau dalam menangani berbagai hal emergency

2. Sikap perilaku yg proporsional dlm melakukan/mengambil tindakan tegas. Tetap santu dan bersahaja. Menghormati + Empati kpd sesama

3. Mampu menjembatani, memberikan bantuan/pertolongan scr tulus + iklas

4. Tdk bermain main dg hal ilegal + tdk mempermainkan /mempersulit dlm memberikan pelayanan kpd publik

5. Memnusiakan manusia yg jg mampu memberikan jaminan + perlindungan Ham

6. Mampu bekerja scr cerdas, bermoral + modern

7. Para petugasnya mampu mjd ikon kecepatan, kedekatan + persahabatan

Point2 daya pikat di atas lahir dr kesadaran, bertgjwb dan dg disiplin untk : memahami + menyakini mjd polisi adalah pilihan hidup untk senantiasa menjaga kehidupan, membangun peradaban + sbg pejuang2 kemanusiaan. (CDL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.