KRISHNA MURTI DIANGKAT JADI WAKAPOLDA LAMPUNG – Poskota.co

KRISHNA MURTI DIANGKAT JADI WAKAPOLDA LAMPUNG

Krishna Murti
Krishna Murti

POSKOTA.CO – Polisi Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan mutasi untuk perwira menengahnya. Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menjadi wakil kapolda Lampung.

Dari surat Telegram Rahasia (TR) terdapat sejumlah perwira menengah Polri yang dirotasi. Hal tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1738/VII/2016 tertanggal 22 Juli 2016.

Dalam TR tersebut diketahui, Kombes Krishna digantikan oleh Kombes Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho. Sebelumnya Kombes Rudy menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat. Kombes Krishna menggantikan Kombes Bonifasius Tampoi yang kini menjadi Seslem Sespim Polri Lemdikpol.

Selain Krishna, perwira yang dirotasi lainnya seperti Kasubdit III Ditpidum Bareskrim Polri Kombes Pol Umar Surya Fana diangkat menjadi kapolresta Bekasi. Kemudian Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Roycke Harry Langie diangkat menjadi kapolres Metro Jakarta Barat menggantikan Kombes Rudy.

Sementara itu, jabatan Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta kini dijabat oleh Kombes Pol Heri Sumarji yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolresta Bekasi Kota. Rotasi ini telah dibenarkan oleh Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul. “Oh iya benar. TR keluar malam tadi,” ujarnya, Jumat (22/7) malam.

Menurut Martinus, mutasi terhadap para perwira Polri merupakan suatu hal yang biasa. Ini dilakukan untuk penyegaran di jajaran Polri. “Kan ini rutin ya kalau mutasi, memang untuk penyegaran. Sudah lama itu. Kalau dari eselon golongan IIB-2 naik dia menjadi IIB-1,” ucap Kombes Martinus Sitompul. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)