oleh

Zona Merah Covid-19 di Jakpus Tidak Gelar Salat Id dan Pemotongan Hewan Kurban

POSKOTA.CO – Wali Kota Jakarta Pusat H Bayu Meghantara minta 12 RW (3,08 persen) yang dinyatakan zona merah penyebaran Covid-19, diimbau untuk tidak menggelar Salat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban. Hal tersebut diungkapkan sesuai arahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Dari total jumlah 389 RW yang tersebar di Jakarta Pusat, terdapat 12 RW yang dinyatakan sebagai zona merah penyebaran Covid-19. 12 RW ini antara lain meliputi 12 kelurahan dari tujuh kecamatan.

“Kemarin kami distribusikan bantuan dari PMI Jakarta Pusat antara lain berupa sprayer disinfektan untuk seluruh RW. Saya berharap bisa membantu dalam melakukan sterilisasi terutama di RW zona merah,” terang H Bayu Meghantara, kepada Wartawan usai Salat Idul Adha di Masjid Al-Fauz, Jumat (31/7/2020).

Untuk wilayah lain yang bukan zona merah, tambah H Bayu, kegiatan penyelenggaraan ibadah bisa dilaksanakan, tapi harus dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Saya tegaskan camat dan lurah untuk mengingatkan pengelola masjid yang menyelenggarakan ibadah Salat Id untuk menerapkan protokol kesehatan, karena kita harus tetap waspada dengan ancaman virus Corona ini yang masih ada ditengah-tengah kita,” paparnya.

Ia juga berpesan kepada jajarannya untuk mengawasi pelaksanaan pemotongan hewan kurban. “Kami tadi sempat menyaksikan di luar daerah, bahwa ada berita pembagian kupon saja menimbulkan kerumunan. Semoga ini tidak terjadi di Jakarta Pusat. Ingatkan masyarakat untuk tidak berkerumun, biar panitia kurban yang mendistribusikan ke rumah-rumah warga,” tandasnya. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *