oleh

Warga Kembali Padati Setu Rawa Besar Lio Pasca Ribuan Ekor Ikan Mati Keracunan

POSKOTA.CO – Kegiatan dan aktivitas warga sekitar Setu Rawa Besar Lio di Kampung Lio, Kelurahan Depok sejak pagi hingga sore hari kembali normal dengan banyak warga sekitar yang memancing ikan dan bermain di kawasan tersebut.

“Alhamdulillah… Aktivitas warga yang ingin memancing ikan air tawar setelah terjadi musibah ribuan ikan mati mendadak jenis mujair dan nila kembali normal,” ujar Hadi, warga Kampung Lio, Depok, Jumat (21/8/2020).

Mereka tidak hanya ingin melihat bekas fenomena ribuan ikan mati mendadak, Rabu (18/8) namun hanya ingin mendengar cerita, bersantai bahkan memancing karena merasa tidak ada masalah dengan dugaan matinya ikan akibat keracunan limbah atau zat amoniak.

Menurut dia, sama sekali tidak ada masalah dengan keracunan ikan dengan ikan hasil tangkapan atau memancing warga lainnya. “Ikan yang mati mendadak hanya ikan yang biasa ada di tengah dan permukaan air seperti ikan mujair, nila dan keong kecil,” tuturnya.

Untuk ikan jenis lele, patin, gurame dan lainnya sama sekali tidak ada yang mati, ujarnya saat ribuan ikan mati mendadak tiga hari lalu.

Hal senada dikatakan Godang, Ketua RT 02 RW 013 Kelurahan Depok, aktivitas warga kembali normal bahkan mereka tetap mencari ikan dan bermain di sekitar Setu Rawa Besar Lio. “Ngak ada masalah tuh apalagi pihak Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok sudah melakukan pemeriksaan sempel air dan ikan yang mati maupun masih mabuk sehari setelah ribuan ikan mati mendadak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Depok Choiriah didampingi Staf Penyuluh Perikanan kawasan Cinere, Limo dan Pancoran Mas, Elly, mengaku pihaknya juga sempat terkejut dengan kejadian ribuan ikan di Setu Rawa Besar Lio mati mendadak.

“Kami langsung mengambil sampel air baik yang dipinggir maupun di tengah Setu Rawa Besar Lio untuk diperiksa lebih lanjut ke laboratorium,” ujarnya yang menambahkab hasilnya pemeriksaan diperkirakan memakan waktu dua minggu.

Sedangkan Wijayanto, ahli Hdrologi yang juga Kepala Dinas Pariwisata, Olahraga dan Kebudayaan (Disporyata) Kota Depok, menduga bahwa ribuan ikan yang mati mendadak diduga akibat zat amoniak atau NH3 yang berasal dari sejumlah makanan selama ini terendap dalam lumpur naik ke permukaan air akibat pergantian cuaca dari musim kemarau dan beberapa hari hujan turun.

“Dugaan keracunan zat amoniak. Untuk ikan yang mabuk dan masih segar tentunya dapat dikonsumsi warga sekitar,” ujar Wijayanto. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *