oleh

Wali Kota Bogor Tata Kawasan Pedati dan Lawang Seketeng Jadi Pusat Kuliner

POSKOTA. CO – Relokasi pedagang kaki lima (Kaki-5) Pedati dan Lawang Seketeng, pasca dilakukan penertiban beberapa waktu lulu, Wali Kota Bogor, Bima Arya berharap ke depan kawasan ini menjadi pusat kuliner.

Saat berkunjung kelokasi, orang nomor satu di Kota Bogor ini menegaskan, ke depan, kawasan tersebut akan dilakukan perbaikan infrastruktur dan ditata sebagai salah satu opsi sentra kerajinan khas Bogor.

Bima Arya didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya, Kepala Dinas PUPR, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kominfo dan Kepala Bagian Prokompim.

Bima sempat berbincang dengan sejumlah pedagang yang beradaptasi dengan masuk ke dalam kios, dan tidak lagi berjualan di bahu jalan.

“Kami tadi pastikan dulu skenario relokasi berjalan dengan baik. Tadi saya cek sebagian besar tertib masuk ke pasar, sebagian lagi menyesuaikan atau beradaptasi dengan menyewa kios. Saya pikir itu bagus beradaptasi menyesuaikan dengan skenario Pemkot Bogor sehingga tidak berjualan di jalan lagi, tapi masuk ke dalam dan diatur,” kata Bima.

Ia lalu memerintahkan Dinas PUPR untuk memperbaiki infrastruktur, terutama saluran air yang selama ini terendap limbah pasar.

“Langkah pertama sekarang kita perbaiki infrastruktur. Karena ini puluhan tahun saluran airnya terokupasi atau terkuasai oleh PKL. Kita bersihkan dulu ini. Kemudian secara bertahap kita atur dulu penempatan kios-kios tadi, kita pastikan tidak ada lagi yang berjualan di jalan,” ujarnya.

Kedepan, Pemkot Bogor akan mendesain kawasan ini bukan saja hanya sebagai wisata kuliner tetapi juga sebagai sentra kerajinan khas Bogor. Namun, saat ini dinas-dinas sedang melakukan mapping terkait lokasi yang cocok.

“Penempatannya akan kita atur ada di posisi mana, apakah di Lawang Seketeng, Pedati atau di gang-gang Jalan Roda. Ini kita akan diproyeksikan sebagai destinasi untuk mendongkrak pendapatan daerah, terutama pemberdayaan UMKM di sini. Jadi kita berharap di sini akan ada sentra UMKM. jadi pasarnya rapih, UMKM-nya juga berkembang,” ujar Bima.

“Berapa UMKM yang akan masuk, masih kita hitung dulu oleh Dinas UMKM dan kita sesuaikan dengan daya tampung di sini. Apakah memungkinkan di Lawang Seketeng, Pedati atau di gang koridor di Jalan Roda. Kita masih mematangkan tahap perencanaan. Ini salah satu skenario rebound ekonomi kita. Rebound ini berbasiskan UMKM,” tambahnya.

Bima Arya optimistis kawasan tersebut dalam 1-2 tahun ke depan akan menjadi kawasan primadona untuk warga Bogor maupun pelancong yang mengunjungi kota hujan.

“Harusnya tahun ini kita mulai karena ada bantuan Provinsi jabar yang masuk ke sini. Tapi karena Covid, jadi ditunda tahun depan. Mudah-mudahan tahun depan berjalan lagi. Supaya setelah rapi bisa dilakukan penataan, dekorasi, jalannya, dan lain-lain,” tegasnya. (ymd/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *