oleh

Wakil Wali Kota: Membangun Karakter Sunda Harus Dimulai dari Pendidikan Dasar

POSKOTA. CO – Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim menyebutkan, secara umum PR (pekerjaan rumah) dan tantangan yang dihadapi masyarakat Bogor khususnya dan Jawa Barat umumnya dalam membangun karakter masyarakat sunda masih banyak.

Tidak hanya sebatas pada bidang seni dan budaya namun juga meliputi bidang lainnya.

“Secara bersama-sama, semua yang ada di Jawa Barat, baik penduduknya maupun para pendatang harus berusaha dan menjaga alam. Itu yang paling penting karena menjadi tanggung jawab kita bersama agar alam Jawa Barat tidak hancur,” kata Dedie saat menghadiri acara Pabaru Sunda di Area Parkir Kantor Radar Bogor, Jalan KH.R. Abdullah bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat.

Namun demikian, tantangan yang ada harus dihadapi dan dicarikan solusi. Impian dan harapan yang ada harus diperjuangkan.

Membangun karakter masyarakat sunda yang hebat, kata Dedie, adalah sesuatu yang luar biasa. Satu langkah yang perlu diantisipasi sejak awal dan harus dimulai dari pendidikan tingkat dasar.

“Pemerintah Kota Bogor melalui Perwali Nomor 55 Tahun 2020 tentang Pelestarian Budaya Sunda, kita ingin memiliki satu pegangan dalam upaya yang salah satu tujuannya membangun karakter masyarakat sunda. Bukan semata-mata memberikan souvenir atau menyediakan kuliner khas sunda,” jelas Dedie.

Pelaksanaan Pabaru Sunda yang dilaksanakan di tengah kondisi saat ini dapat dijadikan sebagai pengingat akan nilai-nilai yang terkandung dalam seni budaya sunda.

Pabaru sunda yang merupakan kalender tahun baru sunda merupakan satu-satunya. Untuk itu harus dilestarikan dan dikembangkan oleh semua masyarakat sunda, selain kegiatan kesundaan lainnya.

Sebelumnya Ketua Pelaksana, Gatut Sutanta dalam sambutan menyampaikan, acara Pabaru Sunda dilaksanakan secara meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya oleh para kelompok budayawan sunda.

“Di Jawa Barat baru di Kota Bogor acara Pabaru Sunda dilaksanakan seramai ini. Kalender sunda yang ada di kita hari ini adalah yang pertama di dunia pada tahun 1957,” kata Gatut.

Sebelum acara dimulai, Dedie A. Rachim bersama Gatut Sutanta dan para perwakilan Muspida Kota Bogor serta para anggota Bobats berjalan kaki dari Situ Gede menuju Kantor Radar Bogor kurang lebih sejauh 7,51 km.

Acara sendiri diisi suguhan atraksi seni budaya sunda, diantaranya seni beladiri, debus hingga tarian tradisional sunda. (ymd/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *