oleh

Tidak Ada Manfaatnya, Wakil Ketua Dekot Jakpus Desak KKP dan Ganjil Genap Ditinjau Ulang

POSKOTA.CO – Wakil Ketua Dewan Kota (Dekot) Jakarta Pusat Nasirman Chaniago mengritik habis kebijakan Kawasan Khusus Pesepeda (KKP) dan peraturan ganji genap yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Pasalnya, kritikan Dekot ini lantaran KKP berseberangan dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL). Kritikan tersebut diungkapkan Nasirman Chaniago kepada POSKOTA.CO.

“Titik untuk lokasi KKP hanya memindahkan warga masyarakat  berkumpul dari Thamrin-Sudirman saat Car Free Day (CFD). Jadi CFD untuk saat ini lebih besar mudhorat nya dari pada manfaatnya tidak sesuai dengan semangat kebijakan PSBL untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkap Nasirman.

Ia berharap tim Gubernur DKI Jakarta sadar melihat kondisi di lapangan karena kegiatan KKP ini sangat memicu kerumunan.

“Wajib ditinjau ulang karena perkembangan Covid-19 di DKI terus meningkat. Bahkan, seminggu terakhir tercatat rekor baru di DKI Jakarta ini,” tandasnya.

Menurut Nasirman biarlah warga masyarakat yang ingin bersepeda keliling Jakarta. Jangan diciptakan dulu peluang warga masyarakat untuk berkumpul.

Selain itu, kata Nasirman, aturan tentang ganjil genap saat ini seharusnya dilupakan dulu lah. Karena, jika terus dipaksakan KKP dan ganjil genap akan jadi kontradiktif dengan semangat PSBL itu sendiri.

“Biarlah warga masyarakat dari luar Jakarta dapat leluasa memakai kendaraan pribadi nya. Dari pada warga masyarakat berjubel dan berdesak-desakan di kereta atau transportasi lainnya,” beber dia. (van/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *