oleh

Tiang Jembatan MA Salmun Retak, Pemkot Bogor Akan Percepat Revitalisasi

POSKOTA.CO – Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan akan segera berkoordinasi dengan DPRD Kota Bogor untuk membahas adanya tiang penyangga jembatan MA Salmun yang retak.

“Pasti kita akan percepat, tapi karena perlu proses nanti kita akan bicarakan dengan dewan jalan keluarnya bagaimana, karena kalau menunggu dari provinsi atau pusat belum pasti,” katanya usai mendampingi Pangdam III Siliwang meninjau Barak Siaga VVIP di Lebak Kantin Bakbis, Kelurahan Sempur, Kota Bogor.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana akan mengajukan revitalisasi Jembatan MA Salmun ini ke Provinsi Jawa Barat maupun ke pusat.

“Kita akan ajukan dua-duanya, kalau untuk Otista ternyata tahun depan dihapus karena terganggu Covid-19 semuanya. Jadi, nanti kita akan konsultasikan dengan dewan solusinya bagaimana,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi menjelaskan, Jembatan MA Salmun ada dua konstruksi, yakni konstruksi jembatan lama dan konstruksi jembatan baru (pelebaran jembatan).

“Letak jembatan berada di atas saluran Cisadane Empang (Cipakancilan) yang kewenangannya ada di provinsi, sedangkan jalannya berada di jalan kota,” jelasnya.

Untuk mengantispasi kejadian yang tidak diinginkan bagi pengguna Jembatan MA Salmun, Dinas Perhubungan Kota Bogor telah melakukan rekayasa lalu lintas dan pemasangan rambu.

Chusnul menerangkan, jembatan dibangun oleh provinsi, dilihat dari prasasti yang ada jembatan tersebut diresmikan pada 22 Agustus 1988 oleh Gubernur Jawa Barat Yogie SM.

“Kerusakan sudah diantisipasi tahun 2019 dengan koordinasi dinas terkait dan aparat wilayah untuk berbagi tugas dan peran. Alhamdulillah tahun ini sudah dilakukan antisipasi untuk rekayasa lalin dan pemasangan rambu oleh dinas perhubungan, tinggal pemasangan portal,” sebutnya.

Untuk penanganannya, kata Chusnul, hal-hal yang akan dilakukan pihaknya adalah, Dinas PUPR sudah melakukan survei dan konsultasi dengan tenaga ahli untuk antisipasi penanganan jangka pendek menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

“Kemudian mengajukan BTT untuk perkuatan struktur sementara. Mengajukan kembali usulan ke provinsi terkait rekonstruksi jembatan MA Salmun dan mengajukan usulan rekonstruksi jembatan ke Kementerian PUPR,” katanya. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *