oleh

Temuan Situs Diharapkan Tak Ganggu Proyek Strategis

POSKOTA.CO – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi akan mengirim surat ke badan purbakala terkait penemuan situs cagar budaya di proyek Stasiun Bekasi. Hal ini sebagai pijakan lanjut Pemerintah Kota Bekasi.

“Kita akan kirim surat terkait penemuan ini. Pada prinsipnya juga, jangan sampai mengganggu proyek nasional strategis yang tengah dikerjakan,” katanya, Kamis (13/8/2020).

Hal itu diungkapkan saat melakukan peninjauan lagi ke lokasi penemuan di proyek pembangunan Stasiun Bekasi. Wali Kota didampingi Ali Anwar, sejarawan.

Sebelumnya diberitakan, Tim Cagar Budaya yang terdiri arkeolog, ahli hukum, dan sejarawan, telah mendalami temuan situs cagar budaya di lokasi renovasi Stasiun Kota Bekasi. Temuan berupa struktur bata saat dilakukan penggalian pondasi proyek.

Tim Cagar Budaya melakukan peninjauan lokasi dan menemukan dua lokasi dalam bentuk bangunan batu bata seperti lingkaran. Selain itu, ada lagi bangunan semacam pondasi.

Ali Anwar mengatakan, apakah situs tersebut murni cagar budaya, maka tentu masih perlu diteliti lebih lanjut.

Ali menerangkan, bentuk dua situs cagar budaya itu serupa. Hanya saja, jika dilihat dari struktur, salah satu bentuk batu ada yang umurnya lebih tua dibandingkan batu yang lain. Selain itu, batu yang diperkirakan usianya lebih tua itu sudah menyatu dengan tanah, sedangkan yang lebih muda masih bisa dilepas.

Dia memperkirakan struktur bangunan ini sudah ada sejak tahun 1880-an. Pada tahun tersebut, jalur kereta dari Manggarai, Bekasi, hingga Cikarang sudah terbangun.

Ali berharap pihak PT KAI bisa menjadikan dua situs cagar budaya tersebut sebagai heritage. “Tetap harus dipertahankan, jangan dulu dihancurkan semua gitu, tetap terpendam nggak papa,” ujar Ali kepada media.

Solusi untuk saat ini adalah proyek tetap berjalan akan tetapi bagian dari dua situs yang sedang diteliti tidak diutak-atik dulu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi Tedi Hafni menjelaskan, saat ini pihaknya masih akan berkoordinasi dengan tim cagar budaya dan juga PT KAI untuk tidak melakukan pembongkaran sebelum diputuskan mengenai situs cagar budaya ini.

Hanya saja, apabila ternyata tetap harus dibongkar karena dilewati proyek DDT, pihaknya meminta untuk tetap ada tanda dan ruang heritage. (chotim)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *