oleh

Targetkan UHC 95 Persen, Pemkot Bogor Anggarkan Rp45 Miliar 

POSKOTA. CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama BPJS Kesehatan Cabang Kota Bogor menggelar Rapat Pemutakhiran Data Peserta BPJS Kesehatan dan Iuran Perangkat Daerah Semester I secara daring di Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, Selasa (25/08/2020).
Pada rapat dibahas angka UHC (Universal Health Coverage) atau Cakupan Kesehatan Semesta Kota Bogor di 2020 menurun.
“Di 2018 Kota Bogor sudah melewati target UHC yakni 95,85 persen. Sedangkan 2020 UHC Kota Bogor turun menjadi 92,17 persen dari jumlah penduduk Kota Bogor yang sudah 1 juta lebih,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat.
Ade mengatakan, turunnya angka UHC Kota Bogor disebabkan adanya penonaktifan sejumlah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dari Pemerintah Pusat.
Tak ayal, demi kembali tercapainya target UHC 95 persen, Pemkot Bogor sudah menganggarkan dana Rp 45 Miliar untuk 200 ribu jiwa warga Kota Bogor yang belum tercover di BPJS Kesehatan.
“Kesehatan itu kebutuhan dasar yang harus dijamin, semua penduduk Kota Bogor harus terlayani kesehatannya. Apalagi bidang kesehatan ini turut andil dalam mewujudkan Kota Ramah Keluarga,” tegas Ade.
Sekda menuturkan, dirinya memerintahkan seluruh perangkat daerah terkait dengan BPJS Kesehatan, seperti Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan aparatur wilayah bergerak untuk memenuhi kuota 200 ribu jiwa. Ia mewanti-wanti agar jangan sampai anggaran yang sudah disiapkan malah tidak termanfaatkan. Untuk itu perlu dilakukan pemetaan ke masyarakat yang belum masuk di program JKN.
“Harapan kami target 200 ribu jiwa bisa terpenuhi di sisi tahun 2020 ini, jangan sampai masyarakat yang tidak mampu, tidak terakomodir di JKN. Kami anggarkan ini untuk kepentingan masyarakat,” katanya. (yopi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *