oleh

Tamu Resepsi Pernikahan hanya Diizinkan 30 Orang, Melanggar Didenda Rp10 Juta

POSKOTA.CO – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum mengizinkan warga mengelar resepsi pernikahan secara besar-besaran masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Transisi. Resepsi pernikahan hanya dibolehkan dihadiri 30 orang, jika melanggar didenda Rp 10 juta.

Larangan ini dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona di wilayah Jakarta. Apalagi jumlah pasien terpapar Covid-19 di Jakarta terus meningkat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Cucu Kurnia mengatakan, pihaknya belum mengizinkan adanya acara resepsi pernikahan di masa PSBB transisi. Sebab, ada kecendrungan sejumlah kasus ditemukan klaster pernikahan.

Larangan ini menurut Gucu sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Agama, hanya akad nikah yang diperbolehkan dengan jumlah 30 orang. “Protokol kesehatan harus tetap dijalankan,” kata Cucu Kurnia, Selasa (4/8/2020).

Pelanggaran aturan akad nikah ini akan dikenakan sanksi sebesar Rp10 juta sesuai Peraturan Gubernur nomor 51 tahun 2020 tentang PSBB transisi. Apabila dilakukan dalam gedung, pengelola gedung juga mendapatkan sanksi.

Pemprov DKI, lanjut Cucu, juga masih melarang operasional bioskop, tempat fitness, permainan bowling, serta ice skating. Aturan ini tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 211 Tahun 2020 dan telah ditandatangani Kepala Disparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia pada 31 Juli 2020.

Perpanjangan berlaku 31 Juli 2020 sampai 14 Agustus 2020. “Jika terjadi peningkatan kasus yang signifikan, semua kegiatan pariwisata yang sudah beroperasi pada masa PSBB transisi dapat dihentikan,” imbuhnya. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *