oleh

Stasiun Kereta Bogor Kembali Padat, Bima Arya Minta Pengaturan Jam Kerja Diubah

POSKOTA.CO – Wali Kota Bogor Bima Arya berharap Pemerintan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan intervensi terhadap perusahaan di Jakarta yang memiliki karyawan dari Bogor agar memberikan dispensasi kelonggaran untuk pegawainya yang tinggal di luar Jakarta seperti Bogor.

Bima berpendapat, untuk mengurai penumpukan atau  kepadatan penumpang harus ada pengaturan jarak antrian dan berangkat tidak bersamaan.

Menurut Bima, harus ada kebijakan dari kantor-kantor yang ada di Jakarta yang memiliki karyawan di Bogor dan sekitarnya,  memberikan dispensasi jam masuk kerja. Supaya dari Bogor ini berangkatnya tidak bersamaan.

“Yang dari Bogor jam kerjanya  bisa dibuat shift siang jadi tidak menumpuk di pagi hari. Kalau semuanya masuk kerjanya sama, maka akan seperti ini, berangkat  pada jam yang sama sampai terjadi penumpukan,,” kata Bima saat mendatangi stasiun KA Bogor untuk meminta keterangan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Kebijakan dispensasi harus diperkuat dengan aturan pimpinan provinsi DKI Jakarta, sehingga ada payung hukumnya perusahaan untuk menerapkan aturan kepada karyawannya.

Selain itu, untuk menjaga jarak penumpang satu dengan lainnya, Bima meminta PT KCI menambah marka lebih banyak lagi. “Ini baru penambahan 10 persen. Bayangkan kalau nanti diberlakukan normal baru, semua kantor dibuka akan kembali lagi ke 20.000 penumpang pasti nempel semuanya,” singgung Bima Arya.

Kepadatan penumpang commuter line, menyusul kembali beroperasinya sejumlah perkantoran di DKI Jakarta, Senin (8/6/2020) pagi.

Bima menceritakan dirinya mendapatkan informasi terjadi penumpukan penumpan di stasiun kereta Api Bogor.  Setelah dicek  memang ada penambahan sekitar 10 persen jumlah  penumpang  dari hari biasanya saat diterapkannya PSBB  dikarenakan ada efek mulai dibukanya beberapa kantor di Jakarta mulai hari  Senin.

Dari keterangan PT KCI, kata Bima, petugas sudah mengatur semaksimal mungkin terkait social distancing melalui batas-batas yang disiapkan.  “Walaupun kita lihat dari foto terlihat sangat padat,” ujarnya.

Bahkan, kata Bima keterangan dari KCI, sempat diterjunkan sekitar 11 bus dari BPTJ untuk mengurai kepadatan,  meskipun menurutnya jumlah bus itu masih kurang maksimal.

VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba mengatakan, antrian panjang yang terjadi pada Senin (8/6/2020) karena adanya pengaturan jaga jarak.

“Kalau biasanya kita berusaha melayani tanpa jarak, jadi space yang dibutuhkan untuk jaga jarak lebih banyak,” katanya.

Selain itu, terjadi peningkatan penumpang 10-13 persen.  Misalnya di Bogor pada Senin  pagi tercatat 11.000 penumpang saat diminta untuk jaga jarak maka terlihat antrian panjang.

Diakui  setelah dua bulan banyak yang bekerja dari rumah, sehingga calon penumpang tidak berpergian menggunakan commuter line. Namun  mulai Senin kemarin mereka memulai aktifitas kembali maka masih perlu harus beradaptasi lagi dengan protokol kesehatan yang ada di KRL. (ymd)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *