oleh

Seorang Remaja Hilang dan Tenggelam di Cisadane, Tim SAR Terus Mencari hingga Hari Ini

POSKOTA.CO – Seorang remaja dinyatakan hilang karena tenggelam di sungai Cisadane.

Upaya pencarian sejak Rabu (12/8/2020) malam oleh tim Basarnas tidak membuahkan hasil.

Tim lalu melanjutkan pencarian hari ini Kamis (13/8/2020) dengan mengerahkan personil menuju lokasi tenggelam di sungai Cisadane, yang berlokasi di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Hendra Sudirman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta mengatakan, personil tim rescue yang diturunkan, lengkap dengan peralatan SAR air.

Tim ini bergabung dengan unsur SAR gabungan guna melakukan operasi SAR pencarian korban.

Hendra Sudirman mengungkapkan, pihaknya semalam sudah melakukan orientasi serta koordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk menentukan rencana operasi SAR yang akan dimulai pada Kamis, pagi ini.

Operasi SAR hari ini terbagi dalam tiga area. SRU pertama akan melakukan pencarian dengan penyisiran menggunakan perahu karet dari lokasi kejadian hingga radius 2 Km dari lokasi kejadian.

Lalu SRU kedua melakukan pencarian dengan pengamatan secara visual melalui jalur darat sejauh 2 Km.

Terakhir SRU ketiga akan melakukan penyelaman dengan radius 10 meter dari lokasi kejadian apabila kondisi arus sungai Cisadane memungkinkan untuk diselami.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi SAR hari ini yakni, Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, BPBD Kabupaten Bogor, Babinsa Ciampea, Babinkamtibmas Ciampea, Tagana Kecamatan Ciampea, IEA BOGOR, Perangkat Desa Ciampea, serta masyarakat setempat.

Hendra menjelaskan, korban Miftahul Huda (18) saat itu sedang berenang  bersama seorang rekannya di pinggiran Sungai Cisadane pada Rabu (12/8) sore sekitar pukul 15.45 WIB.

Karena terlalu asyik berenang, tanpa sadar mereka sudah ada di tengah sungai.

Karena tak bisa berenang ke tepian sungai, keduanya lalu panik dan berusaha menyelamatkan diri.

Rekan korban yang bernama Gilang (15) berhasil menyelamatkan diri ke tepian sungai sedangkan korban yang diduga panik akhirnya tenggelam dan terbawa arus sungai Cisadane.

“Upaya  pencarian dilakukan tapi korban hingga kini belum ditemukan,”kata Hendra. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *