oleh

Satu Ton Ikan Mati di Setu, Dinas Perikanan Ambil Sampel Uji Laboratorium

POSKOTA.CO – Ratusan warga di lingkungan RW 013, Kampung Lio, Kelurahan Depok dan warga RW 16, Kel. Depok Jaya yang berada tidak jauh dari Setu Rawa Besar Lio sejak pagi hingga siang mencoba menangkap ikan jenis mujair dan nila yang ‘mabuk’ atau keracunan sejak Selasa (18/8/2020) malam.

“Sudah dari semalam sebetulnya banyak ikan yang mengambang dab keracunan akibatnya muncul dipermukaan air hingga mudah ditangkap dengan jaring atau kail,” kata Heru, warga RW 013 Kampung Lio, Kel. Depok, Rabu (19/8/2020).

Satu warga bisa dapat lebih dari 25 ekor ikan mujair dan nila yang lumayan besar karena ikan tersebut ‘mabuk’ dan muncul dipermukaan hingga mudah ditangkap dengan jaring atau alat seadanya.

“Lumayan lah buat lauk pauk karena ikan masih segar dan hidup bukan yang telah mati maupun mengambang di atas permukaan,” ujarnya yang diperkirakan ikan yang mati bisa mencapai satu ton lebih hampir seluruh pinggiran setu penuh dengan bangkai ikan.

Sementara itu, Lurah Depok Audi, mengakui bahwa banyaknya ikan mujair dan nila yang mati sejak Selasa malam (18/8) kejadian itu langsung dilaporankan Camat Pancoran Mas dan petugas Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok.

“Kami juga khawatir begitu banyak warga menangkap dan mengambil ikan yang ‘mabuk’ jika dikonsumsi warga sehingga perlu dipastikan terlebih dahulu oleh yang berwenang yaitu DKP3 Kota Depok,” tuturnya.

Sedangkan, Kepala DKP3 Choiriah didampingi penyuluh lapangan Elly, mengakui pihaknya baru mengambil sampel air dan ikan yang mati dan masih hidup untuk diuji laboratorium di Bogor dan kantor perikanan Depok. “Waktu bisa sampai dua minggu hasilnya,” tutur dia. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *