oleh

Satpol PP Depok dan DKI Jakarta Razia Bersama di Perbatasan, Denda Tidak Pakai Masker Berbeda

POSKOTA.CO – Tim gabungan satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Propinsi Jawa Barat, Kota Depok dan DKI Jakarta terus gencar melakukan razia dalam operasi yang mengabaikan protokol kesehatan yang tidak memakai masker saat melintas di wilayah perbatasan.

“Ada sekitar 62 orang yang melanggar protokol kesehatan khususnya tidak memakai masker yang dikenakan denda berbeda atau bervariasi sesuai wilayahnya,” kata Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny, Minggu malam (6/9).

Kegiatan razia warga tidak bermasker sesuai protokol kesehatan tentunya dikenakan denda berbeda untuk warga yang melintas di Kota Depok khususnya sekitar jembatan UI Depok sebanyak 32 orang pelanggar dan hanya empat orang dikenakan denda Rp 50 ribu sisanya diberikan sanksi peringatan sesuai Peraturan Wali (Perwal) Kota Depok Nomor 37 Tahun 2020 dikenakan sanksi sosial atau denda senilai Rp 50 ribu.

Kepala Satpol PP Jabar M. Ade, Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny dan Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin saat melihat langsung razia warga tanpa masker di ruas jalan perbatasan DKI Jakarta dan Depok. (anton)

Pelaksanaan razia warga tanpa masker di ruas Jl. Raya Lenteng Agung hingga menuju jembatan UI Depok dipantau langsung Kepala Satpol PP Jawa Barat M. Ade dan Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin.

Untuk warga yang melanggar di wilayah DKI Jakarta khususnya Jl. Raya Lenteng Agung terdapat 30 pelanggar, enam di antaranya dikenakan denda senilai Rp 250 ribu, tuturnya ini karena berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 51 Tahun 2020 dikenakan denda senilai Rp 250 ribu.

“Denda diberikan sesuai daerah operasi, karena masing-masing wilayah memiliki aturan hukum yang berbeda,” tuturnya denda tersebut langsung masuknke kas daerah masing masinh untuk Depok masuknke Kas Kota Depok dan DKI Jakarta tentunya masik kas Daerah DKI Jakarta.

Ia berharap melalui operasi gabungan yang dilakukan dapat memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Tentunya dengan memberikan efek jera kepada warga yang tidak taat terhadap protokol kesehatan. “Semoga upaya yang kami lakukan antar wilayah ini dapat lebih optimal sebagai upaya pencegahan Covid-19 yang lebih masif,” katanya. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *