oleh

Rumah Dinding Bambu, Atap Sudah Lapuk, Penghuni Minta Bantuan Rutilahu Pemerintah

POSKOTA.CO – Hidup turun temurun dengan bangunan berdinding bambu dengan atap yang sudah lapuk, keluarga ini sangat berharap bantuan pemerintah.

Pasangan suami istri Endang dan Sukesti
sudah hidup di Kampung Cirimpik, Desa/Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor sejak tahun 1973.

Kehidupan yang berada di bawah ekonomi yang tidak menguntungkan, membuat mereka
mendambakan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang dijanjikan pemerintah melalui kantor desa.

Bagi Endang, rumah yang ditempati tidak besar. Namun untuk memperbaikinya, ia tak memiliki uang untuk membeli bambu, guna renovasi.

Bahkan jangankan membeli bambu, untuk membeli beras saja, istrinya harus menghemat dari penghasilan serabutan yang ia peroleh.

“Namanya juga kerja serabutan. Uangnya saja sudah diketahui berapa dapat. Kadang ada kerjaan, kadang juga nggak ada. Daripada beli bambu, lebih baik beli beras,”ujar Endang kepada wartawan.

Endang mengaku, bahwa mereka sampai kini masih menunggu bantuan rutilahu yang dijanjikan pihak desa untuk bangunan rumahnya yang sangat sederhana berukuran 4 x 5 di pinggir jalan Kampung Cirimpik RT 02/05 Megamendung, karena sudah masuk dalam program jatah satu setengah tahun yang lalu.

“Kami sudah di janjikan setahun lebih akan dapat bantuan berupa rehab rumah. Perangkat desa, sampai sekarang belum ada kepastian,”ujarnya.

Saat ditanya terkait bantuan pemerintah bagi warga ditengah pandemik corona, Sukesti istri Endang mengatakan, ia dan suaminya hanya menerima bantuan Covid-19 satu kali dari pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kami satu kali dapat bantuan Covid-19 dari Provinsi Jabar. Bantuan berupa sembako dan uang Rp150 ribu. Dari Pemkab Bogor nggak dapat. Bantuan dari lainnya tidak kebagian,” ujar Sukesti.

Di tempat terpisah, Kades Megamendung, Badru menuturkan, bantuan rutilahu untuk warga desanya belum merata.

“Masih kurang. Nanti untuk bantuan yang akan datang kita berupaya akan mendata kepada warga yang belum dapat,” kata Badru. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *