oleh

Rumah Dinas Tak Ditempati, Lebih Baik Jadi Ruang Publik

-Megapolitan-255 views

POSKOTA.CO – Rumah dinas (rudin) camat dan lurah di wilayah Jakarta Pusat ini terlihat kotor, berantakan dan tidak terawat.

Pasalnya, keberadaan rudin yang kerapkali menjadi perbincangan hangat di publik, lantaran rudin yang dibangun menggelontorkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini terkesan dihambur-hamburkan karena rudin-rudin ini tidak pernah ditempati oleh pamong, camat dan lurah.

Sekadar diketahui, sebelum adanya pandemi Covid-19. Para pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat hingga Kabiro Pemerintahan Setda Pemprov DKI Jakarta Premi Lasari tidak pernah nengokin. Apalagi merawat rudin yang merupakan aset Pemprov DKI ini.

“Sudah lama ini Rudin Lurah Pasar Baru terletak di Jalan Pintu Air I, Pasar Baru, Sawah Besar ini tidak ditempati. Lihat saja itu rumahnya kotor dan tidak terawat, rawan ambruk. Begitu juga keberadaan rumahnya seram pula seperti rumah hantu,” ucap Ali (56), warga Pasar Baru, Minggu (5/7/2020) sore.

Di tempat terpisah, Ketua RT 020/03 Serdang Dadi Sunardi mengatakan, keberadaan dua rudin di lingkungannya persisnya terletak di Jalan Taruna VIII, Serdang tidak pernah ditempati Lurah Senen dan Lurah Kenari.

“Warga usulkan dari pada kosong lebih baik untuk Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) karena lebih bermanfaat untuk lingkungan terutama anak-anak sangat membutuhkan tempat bermain, dan rumah ini akan terawat,” paparnya.

Selain itu, tambah Dadi Sunardi, masyarakat membutuhkan aula gedung untuk tempat pertemuan, dan juga untuk pengolahan sampah daur ulang.

“Lurah Senen yang lama pernah menempati rudin ini pada 2018 lalu. Sedangkan, Lurah Kenari tidak pernah menempati rudin,” pungkasnya.

Sementara, sejumlah pejabat mulai dari Kabag Tata Pemerintahan Setio Administrasi Jakarta Pusat M Efiskal, dan Kabiro Tata Pemerintahan Setda Pemprov DKI Jakarta Premi Lasari ketika dikonfirmasi melalui via ponsel tentang rudin yang tidak terawat seperti rumah hantu itu memilih bungkam. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *