oleh

Ratusan Pengemudi Ojol Minta Pemkot Depok Perlonggar Aturan Cari Penumpang

POSKOTA.CO – Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) yang tergabung di beberapa tempat, mendatangi kantor Balai Kota Depok minta agar memperlonggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional, agar mereka dapat membawa calon penumpang.

Pasalnya, adanya tambahan perpanjangan PSBB mulai 1 Juli 2020 hingga waktu yang tidak ditentukan menyengsarakan nasib mereka dan keluarganya.

“Jelas aturan atau surat keputusan (SK) Wali Kota Depok No. 443/267/Kpts/DPKP/Huk/2020 tentang perpanjangan PSBB Proporsional yang dikeluarkan mulai tanggal 1 Juli 2020 hingga batas waktu yang tidak ditentukan sangat merugikan serta menyengsarakan nasib pengemudi Ojol yang tergantung dari pendapatan calon penumpang setiap hari,” kata Umar, salah satu pengemudi Ojol di Jl. Raya Kartini, Depok, Kamis (2/7).

Pengemudi Ojol yang ada di Kota Depok berharap ada kelonggaran terkait batas waktu mencari atau membawa calon penumpang bukan malah tidak ditentukan, tuturnya yang menambahkan sudah hampir dua bulan nasib kami berserta anak dan istri keleleran dirumah tidak dapat uang karena pandemi Covid -19 yang mengikuti aturan PSBB di Kota Depok.

Hal senada juga dikatakan Ketua Grab Depok Bersatu, Firmansyah, yang menegaskan kedatangan puluhan perwakilan pengemudi Ojol di Kota Depok di kantor Balai Kota Depok meminta adanya kejelasan dan ketegasan pemerintah Depok terkait dikeluarkannya SK Wali Kota Depok Nomor 443/267/Kpts/DPKP/Huk/2020 tentang diperpanjangnya PSBB dari Tanggal 1 Juli sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Ini sama saja mematikan usaha kami pengemudi Ojol karena tidak ada batas waktu yang ditentukan,” tuturnya saat bertemua dengan tim juru bicara penanganan Covid -19 Kota Depok yang juga Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok Dadang Wihana.

BOLEH BAWA PENUMPANG

Menanggapi keluhan dan permintaan tersebut, Kadishub Depok Dadang Wihana, mengatakan hasil pertemuan dengan perwakilan pengemudi Ojol bahwa mereka boleh membawa penumpang mulai 7 Juli 2020 mendatang dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan seperti memakai masker dan lainnya khususnya di zona yang hijau namun melaluim protkol kesehatan yang ketat.

“Yang jelas pengemudi Ojol dilarang membawa calon penumpang dari kelurahan yang masuk dalam zona merah,” tuturnya yang menambahkan pihaknya meminta pengemudi Ojol untuk mempersiapkan sejumlah perlengkapan termasuk alat pembatas antara penumpang dan driver serta protocol kesehata lainnya.

Sebelum diperbolehkan membawa calon pemnumpang, imbuh dia, pihaknya akan melaksanakan penandatanganan fakta integritas terlebih dahulu, baik aplikator maupun driver yang diwakili komunitas atau wadah mereka. “Jika kesepakatan dilanggar tentunya Pemkot Depok tidak segan kembali mencabut kelonggaran Ojol membawa penumpang,” ujarnya yang berharap semua ini untuk kepentingan masyarakat banyak dari penyebaran Covid -19 yang masih terjadi di Kota Depok. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *