oleh

Ratusan Juru Parkir di Pasar Induk Kramat Jati Berontak Kebijakan Dirut Pasar Jaya

-Megapolitan-124 views

POSKOTA.CO – Tersingkir oleh kebijakan Kepala Pasar Jaya, ratusan juru parkir yang tak ada kewgiatan berontak dengan menggelar demo di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur, Selasa (1/9/20). Mereka datang berbondong-bondong meminta agar pengelola pasar bisa kembali memperkerjakan mereka untuk mengelola parkir. Terlebih “jam terbang” mereka mencapai belasan tahun.

Menurut Ketua Koordinaror Aksi, Roni (41), sejak 18 tahun terakhir, mereka boleh mengelola parkir di dalam area Pasar Induk Kramat Jati.”Kami hanya meminta pengelola untuk lebih memperhatikan kami. Sudah 18 tahun kami yang warga asli sini (Kramat Jati) dipercaya mengelola parkir,” ujar Roni di lokasi.

Saat ini, sesuai hasil lelang, Perumda Pasar Jaya selaku pengelola Pasar Induk Kramat Jati, mengambil alih kepengurusan lahan parkir. Otomatis

para warga praktis tak mendapatkan penghasilan. Apalagi, saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 yang semakin memperburuk perekonomian warga sekitar.”Parkir paling berapa sih? Rp 2.000 per motor. Kami hanya mengharapkan sedikit saja untuk menyambung hidup,” katanya.

Roni mengancam akan membawa lebih banyak lagi massa apabila aspirasinya tak didengarkan oleh pengelola Pasar Induk Kramat Jati.”Kalau belum dapat tanggapan, kami akan lakukan aksi serupa dengan membawa lebih banyak massa, ke pasar Induk dan kantor pusat Cikini”, ujarnya.

Kepala Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun mempersilahkan pendemo bertanya kepada Humas Perumda Pasar Jaya. Karena kepengelolaan parkir diurus oleh langsung oleh pusat,” kata Agus.

Padahal kalangan “orang dalam Perumda sendiri” meminta agar lelang diundur saat pandemi Corona. Namun semua itu tidak digubris. Anies yang dalam kampanye selalu pro warga, ternyata bersikeras agar Parkir “diselesaikan” secepatnya.

Akibatnya demo mengais kerjaan di parkir, bukan hanya di Pasar Kramat Jati, tapi juga di Pasar Koja dan Pasar Sunter. Para jukir menuntut diperkerjakan oleh pengelola baru, mengingat mereka sudah menjadi jukir di kedua pasar tersebut lebih dari 10 tahun. Sementara itu Humas Pasar Jaya, Amanda sangat sulit dihubungi. (oko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *