by

Rapid Test, 300 Siswa Setukpa Polri Terpapar Covid-19

Read Time:1 Minute, 41 Second

POSKOTA. CO – Sebanyak 300 siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) di Sukabumi, Jawa Barat, terpapar virus Corona atau Covid-19, setelah mereka menjalani rapid test.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono membenarkan hal itu.

Dikatakan Argo, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menginstruksikan agar ratusan siswa Setukpa Polri melakukan rapid test di Setukpa Lemdikpol Sukabumi.

Instruksi Kapolri tersebut menindaklanjuti dari adanya pemberitaan tentang tujuh siswa yang terinfeksi dan dinyatakan positif virus Corona.

Ketujuh siswa tersebut sudah diisolasi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Dari pemberitaan itulah, Pak Kapolri minta semua siswa Setukpa di Sukabumi diperiksa,” kata Argo melalui keterangan resmi, Rabu (1/4/2020).

Mendapat instruksi tersebut, Kepala SDM Polri dan Kepala Biro Psikologi langsung melakukan pemeriksaan.

“Kita langsung mengecek, mengawasi, melihat, memberikan beberapa arahan-arahan berkaitan dengan siswa tersebut,” ucap Argo.

Dari 1.550 siswa Setukpa yang menjalani pemeriksaan rapid test, ada 300 siswa yang terpapar virus tersebut.

Untuk saat ini, 300 siswa tetap berada di Setukpa. Sedangkan, 1.250 siswa lainnya telah diberikan cuti.

”Saya melihat, 300 siswa itu sudah dilakukan langkah awa penanganan oleh Pusdokkes Polri dan SDM,” ujar Argo.

Langkah pertama telah dilakukan  isolasi mandiri. Kemudian, memberikan vitamin C melalui injeksi maupun tablet kepada 300 siswa.

Selain itu, pemeriksaan rontgen, olahraga ringan, dan rutin menjemur diri setiap pukul 10:00 WIB.

Dikatakan Argo, pihaknya sudah melaksanakan berbagai upaya dan langkah-langkah sesuai protokol dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19.

“Masyarakat di sekitar Setukpa tidak perlu khawatir, karena dari 300 siswa ini yang positif rapid test sudah dilakukan langkah,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Musyafak, meyakini hasil rapid test benar 300 siswa tersebut positif terpapar virus Corona.

Namun demikian, kata Musyafa,  pelaksanaan rapid test ini hasilnya tidak 100 persen menjamin orang yang diperiksa positif Covid-19. Walau begitu, 300 siswa tersebut tetap ditangani seperti pasien Covid-19.

Untuk saat ini, proses belajar mengajar juga dihentikan dan 300 siswa tersebut diisolasi sesuai penanganan pasien Covid-19. (r)

 

1 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini