oleh

Personel Gabungan TNI-Polri Gelar Operasi Masker di Sekitar Istana Bogor

POSKOTA.CO – Personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan organisasi masyarakat (ormas) di Kota Bogor melakukan kegiatan operasi masker, khususnya di sekitaran wilayah Istana Bogor.

Lebih dari 100 personel yang ikut serta dalam operasi masker ini. Tim dibagi menjadi 4 kelompok dengan 4 titik tujuan, yakni Taman ekspresi dan sekitaran sempur.

Tim dipimpin Danramil Tanah Sareal, beroperasi sekitaran Hotel Amaris sampai Tugu Kujang dan Botani.

Lalu tim dibawa komando Danramil Bogor Timur, beroperasi sekitar  kawasan Lawang Saketeng sampai BTM.

Lalu Danramil Bogor Utara dan tim terakhir seputaran pedestrian Istana yang dipimpin Dandim 0606/Kota Bogor.

Kegiatan operasi masker bertujuan untuk mengedukasi warga agar lebih sadar akan pentingnya penggunaan masker guna mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu juga sebagai sosialisasi rencana terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat tentang denda bagi warga yang tidak menggunakan masker.

Sebelumnya kegiatan diawali dengan apel gabungan di Markas Kodim 0606 Kota Bogor, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Sabtu (18/07/2020).

“Tujuan operasi masker adalah dalam rangka penyadaran bagi masyarakat untuk ikut berperan serta mengendalikan dan menurunkan tingkat penyebaran Covid-19,” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim.

Dedie berkeinginan upaya memutus rantai penyebaran virus mematikan ini ditangani secara bersama.

“Minimal kita lakukan upaya-upaya pencegahan agar tingkat penyebaran Covid-19 semakin terkendali dan semakin menurun,” ujar Dedie yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor.

Hingga saat ini, kata Dedie, Kota Bogor masih berada di zona kuning level III. Memasuki Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pertama yang akan berakhir pada 2 Agustus 2020 mendatang, kondisi peningkatan kasus masih terjadi.

Artinya semua pihak di Kota Bogor, minimal berupaya untuk mempertahankan level Ro (Reproduction number) atau angka reproduksi virus berada di bawah 1.

“Sehingga ketika nanti di evaluasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kota Bogor berada di level yang aman dan tidak perlu kembali ke PSBB reguler, dimana seluruh kegiatan usaha dan kegiatan masyarakat sangat dibatasi serta tidak boleh dilaksanakan seperti saat ini,” jelasnya.

Hal lain yang melatarbelakangi kegiatan operasi masker tidak terlepas adanya prediksi ahli epidemiologi yang menyatakan bahwa di Jawa Barat puncak pandemi Covid-19 diprediksi di Januari 2021 dengan perkiraan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 ada pada angka 72 ribu orang.

Sementara kajian dan prediksi dari ahli epidemiologi yang berasal dari Universitas Indonesia (UI), menyatakan puncak pandemi Covid-19 baru akan terjadi pada Agustus 2021.

“Apapun pendapatnya, hal tersebut menjadi informasi yang perlu diwaspadai semua warga Jawa Barat dan Kota Bogor. Selain edukasi, operasi masker juga menjadi upaya mendisiplinkan masyarakat sehingga apa yang diprediksi para ahli tersebut tidak menjadi kenyataan,” harap Dedie yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor.

Dedie menambahkan, terkait Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat tentang pengenaan denda bagi warga Jawa Barat yang tidak memakai masker yang baru akan berlaku setelah 27 Juli 2020 akan menjadi penguat dari Perwali Kota Bogor tentang PSBB yang masih berlaku.

Dandim 0606 Kota Bogor, Kol. Inf. Roby Bulan menyampaikan, melalui operasi masker, jajaran Kodim 0606 Kota Bogor bersama Pemkot Bogor, kepolisian dan ormas secara bersama-sama dan terpadu terjun ke lapangan. Sosialisasi kepada warga secara persuasif dan humanis dengan membagikan masker bagi yang belum mengenakan.

Kontribusi lain sebagai pencegahan Covid-19 di Kota Bogor yang telah dilaksanakan Kodim 0606 Kota Bogor adalah penyediaan sarana cuci tangan, penyemprotan desinfektan dan yang lainnya.

Secara tegas Dandim 0606 mengatakan kegiatan yang telah dilaksanakan harus berkelanjutan.

“Edukasi dan sosialisasi yang kita lakukan bersifat aplikatif, langsung kita terapkan di lapangan guna mendisiplinkan masyarakat dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Bogor. Untuk saat ini sosialisasi dilaksanakan di lokasi sentra publik dan perekonomian, seperti pasar,” katanya. (ymd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *